Minggu, 15 November 2015

Misi Sains Pocari Sweat untuk Jadi Minuman Isotonik Pertama yang Sampai di Bulan


Kiri ke kanan:
Firly Savitri, Yoshihiro Bando, Nobu Okada, Daniel Pieter

Jakarta - Pada akhir tahun 2009, National Aeronautics and Space Administration (NASA) menemukan bukti tanda-tanda adanya air di bulan. Menindaklanjuti penemuan tersebut, Pocari Sweat segera menyusun misi untuk menjadi merek minuman isotonik pertama yang mendarat di bulan.

Dengan menggunakan perangkat sains dan teknologi mutakhir, Otsuka Pharmaceutical Co., Ltd selaku produsen minuman isotonik Pocari Sweat bekerja sama dengan Astroscale sebagai pakar desain dan teknologi antariksa serta didukung pula oleh pihak-pihak lainnya akan mewujudkan proyek tersebut. Masing-masing pihak yang memiliki kapabilitas berbasis sains dan teknologi bekerja keras dalam mempersiapkan peluncuran Pocari Sweat ke bulan melalui sebuah proyek bernama Lunar Dream Project.

Baca juga: 5 Wahana Seru di Lunar Dream Project Exhibition untuk Rasakan Pengalaman Pergi ke Bulan 

Peluncuran Pocari Sweat ke bulan diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk memajukan sains kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda di Indonesia. Daniel Pieter, Head of Marketing Pocari Sweat menjelaskan bahwa "Lunar Dream Project, selain bertujuan mengantar Pocari Sweat ke bulan, misi ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat khususnya generasi muda agar berani bermimpi dan mewujudkannya, khususnya di bidang sains dan teknologi." Daniel menambahkan, "Sains dan teknologi merupakan perangkat vital yang memungkinkan Lunar Dream Project terwujud. Kami berharap suatu hari nanti, salah satu anak Indonesia dapat terbang ke bulan dan menikmati Pocari Sweat di sana."

Kemasan khusus

Nobu Okada, Founder & CEO Astroscale sebagai pihak yang memimpin keseluruhan desain dan manajemen teknologi Lunar Dream Project, menjelaskan bahwa Pocari Sweat dibawa oleh pesawat tanpa awak moonlander "Griffin" yang rencananya akan menempuh perjalanan dari bumi ke bulan sejauh lebih kurang 380.000 Km. Pocari Sweat yang dikirimkan ke bulan berbentuk bubuk yang disimpan dalam time capsule yang dirancang khusus untuk misi ini. "Kapsul tersebut didesain dengan teknologi khusus menyerupai kaleng Pocari Sweat yang dapat bertahan untuk jangka waktu lama di ekosistem bulan. Rencananya, time capsule Pocari Sweat dijadwalkan meluncur ke bulan pada musim panas 2016," jelasnya.

"Banyak hal yang dapat dilakukan oleh manusia untuk peradabannya dengan memaksimalkan pengetahuan sains. Oleh karena itu, saya mengajak anak-anak muda di Indonesia untuk terus giat belajar, khususnya sains, agar dapat berbuat lebih banyak lagi, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi bangsa, negara, bahkan dunia ini. Lunar Dream Project adalah sebuah bukti nyata dari Pocari Sweat bagaimana sains dapat membuat manusia melangkah jauh dalam kehidupan ini," kata Firly Savitri, Pendiri Ilmuwan Muda Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com