Senin, 21 Desember 2015

Drama Seru Mahameru dan IeSPA

Mahameru Vs. IeSPA

Di penghujung tahun 2015 ini, drama seru datang dari dunia eSport Indonesia yang melibatkan Asosiasi Game Elektronik Indonesia (IeSPA) dengan tim eSport Mahameru pada Minggu (20/12/2015). Drama dimulai dengan sebuah posting di Twitter IeSPA yang menanyakan ide dan saran kepada para followers-nya untuk event eSport di tahun 2016 mendatang. "Sedikit lagi masuk tahun baru 2016. Ada ide atau saran dari komunitas untuk event esports atau apapun di tahun 2016 besok?"

Beragam tanggapan berupa ide dan saran yang diberikan oleh para followers. Setiap ide dan saran disambut baik oleh pihak IeSPA, termasuk ide panjang lebar dari tim eSport Mahameru. Lebih kurang ada 10 ide yang diberikan oleh Mahameru untuk IeSPA. Namun ada saran yang menurut Kru RRN terlalu kritis dan memojokkan dari pihak Mahameru sehingga membuat pihak IeSPA, dalam drama ini admin Twitter, jadi berang.

Berdasarkan pengamatan Kru RRN terkait isu yang dimuat di laman Storify, ada 2 ide yang dinilai menjadi alasan IeSPA tidak terima dengan ide yang diberikan oleh pihak Mahameru yaitu "Ide 6.0: Just stop being arrogant prick. be humble, and blend with the community. jangan sok ngide" dan "Ide 9.2: The reason why there's so many toxic when you update something is because you're toxic as well".

Tanggapan IeSPA terkait ide 6.0 berbunyi, "Ini kalian yang kemarin terlibat judi atau bet online DOTA 2 itukan?" Pernyataan tersebut diduga membuat admin Twitter Mahameru dan para penggemar tim eSport itu ikut emosi.

Kemudian, pada ide 9.2, IeSPA mempertanyaakan tuduhan 'toxic' yang diberikan oleh pikah Mahameru. Selain itu, IeSPA juga memberikan balasan yang mengajak pihak Mahameru untuk melihat kegiatan untuk komunitas apa saja yang telah dilakukan oleh IeSPA selama tahun 2015. Jawaban IeSPA pada poin ini sudah cukup baik, namun jadi tidak bagus karena posting selanjutnya seakan-akan mengancam pihak Mahameru, "Hati-hati penggunaan kata-kata, masih dalam lingkup memberi saran atau sudah menjurus tuduhan? Kalian tau pasal pencemaran nama baik kan?"

Mahameru menjelaskan melalui akun Twitter-nya bahwa toxic yang dimaksud adalah sikap yang kurang terbukan dari pihak IeSPA terhadap saran dan kritikan pedas. "Nggak ngerti lagi, ini salah satu contoh toxic Pak, minta saran ke komunitas, dikasih saran, agak pedes, tidak terima, marah," tulis akun Twitter Mahameru.

Melalui posting-nya, alasan Mahameru memberikan ide yang agak keras terhadap IeSPA adalah karena kepedulian mereka terhadap dunia eSport Indonesia. "Saya peduli sama eSport scene. Anda lembaga negara yang ngurusin eSport scene. Wajar kalo saya kritiknya pedas." Dilanjutkan pada posting selanjutnya, "Karena komunitas belum respek terhadap anda. Saya ngasih saran agar anda bisa di-respect komunitas. Malah marah. Well Played."

Lalu, siapa yang salah?

Sesungguhnya tidak ada yang salah dalam hal ini, kedua belah pihak punya alasan sendiri untuk menyampaikan pendapatnya. Mahameru memberikan ide atas pertanyaan dari IeSPA, sedangkan IeSPA berhak untuk membantah tuduhan yang diberikan kepada pihaknya. Hanya saja dalam hal ini, masalah terjadi karena masing-masing pihak menggunakan cara yang sama-sama kurang diplomatis dalam menyampaikan pendapat sehingga diskusi berakhir ricuh.

Seharusnya, kedua belah pihak tidak menggunakan pendapat dan emosi pribadi dalam diskusi yang membawa nama kelompok atau lembaga. Andaikan pihak Mahameru tidak melontarkan pernyataan yang tertuang dalam ide 6.0 dan 9.2, dan pihak IeSPA memulai diskusi dengan menanggapi ide yang diberikan oleh Mahameru terlebih dahulu, bukan justru memberikan pernyataan balasan yang membangkitkan luka lama, maka tidak akan ada drama konyol seperti ini.

Belum lama berlalu pemberitaan tentang Kementrian Perindustrian (Kemenperin) bekerja sama dengan IeSPA untuk mendukung eSport Indonesia. Hal tersebut dinilai oleh para pengembang game Indonesia justru bukan langkah tepat yang diambil pemerintah dalam mendukung perkembangan industri game lokal.

Isu yang lama saja belum selesai, sudah muncul lagi masalah berikutnya. Ampun deh!!

Sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com