Rabu, 30 Desember 2015

Apakah Anda Termasuk Penderita Nomophobia, Gangguan Mental Takut Kehilangan Ponsel?

Ilustrasi,
tidak ada hubungan dengan artikel

Jakarta - Dalam menjalani keseharian, biasanya kita tidak jauh dari aktivitas menggunakan ponsel atau smartphone, karena teknologi komunikasi itu sangat membantu dalam menjalankan tugas-tugas rutin dan hiburan.

Apabila sehari saja tidak menggunakan ponsel, atau ponsel itu tertinggal di rumah, biasanya kita merasa ada yang kurang. Hidup tidak lagi lengkap, betul?

Anda harus tahu bahwa ada penyakit gangguan mental yang dinamakan Nomophobia (No Mobile Phone Phobia)? Jika belum, itu adalah gangguan mental berupa ketakutan berlebihan atau ekstrim karena khawatir kehilangan akses menggunakan ponsel. Misalnya ponsel tertinggal, dicuri, tidak mendapat sinyal, paket data habis, Wifi tidak aktif, kehabisan energi baterai, dan lainnya yang membuat penderita gangguna ini khawatir bukan main karena tidak bisa menggunakan ponsel atau kehilangan fungsi utama dari ponselnya.

Phobia ini terjadi akibat penggunaan ponsel secara berlebihan. Gangguan ini juga bisa disebabkan oleh phobia yang sudah ada sebelumnya seperti phobia sosial, dan gangguan rasa panik.

Walaupun saat ini (30/12/2015), phobia tersebut belum masuk dalam buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders V (DSM-V) yang disepakati oleh American Psychiatric Association (APA), tetapi Nomophobia sudah diajukan untuk masuk dalam jenis "specific phobia", berdasarkan definisi yang diberikan pada DSM-IV.

Gejalanya Nomophobia antara lain rasa cemas, takut, gangguan pernapasan, gemetar, berkeringat, hilang arah, depresi, panik, penolakan, tingkat percaya diri rendah dan kesepian.

Sebelum anda terkena phobia ini, gunakanlah ponsel seperlunya dengan baik dan benar.

Jangan berlebihan ya!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com