Minggu, 31 Januari 2016

Penertiban Tukang Buah Bintaro Sektor 2

Bantaran kali Bintaro sektor 2

Banten - Pada Rabu (27/1/2016) Kru RRN berangkat ke kantor melalui jalan belakang, yakni dari Bintaro ke Ulujami lewat Joglo dan akhirnya sampai kantor yang berlokasi di Permata Hijau, Kebayoran Baru.

Ketika melintas di jalan Bintaro sektor 2, yang biasanya ada banyak tukang buahnya, itu lho yang berada di bantaran kali yang sejajar dengan rel kereta dari Stasiun Pondok Ranji, Kru RRN melihat tidak ada lagi bangunan toko-toko tukang buah yang sudah bertahun-tahun berdiri permanen di pinggir kali itu.

Ternyata bangunan toko buah itu sudah ditertibkan, dikondisikan, diratakan atau sudah dibinasakan oleh pihak terkait. Petugas kebersihan yang sedang bertugas menjelaskan bahwa penertiban bangunan pinggir kali itu sudah dilakukan sejak 21 Januari 2016.

Menurutnya, pedagang buah sudah tidak boleh mendirikan bangunan permanen di pinggir kali Bintaro sektor 2. Hanya saja jika masih mau dagang buah, mereka masih diizinkan, tetapi pakai gerobak. "Pokoknya sekarang tidak boleh mendirikan bangunan permanen di sini," ucapnya.

Terdapat juga peringatan berupa spanduk bertuliskan larangan untuk buang sampah di kali. Menurut Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2013 Pasal 130 Ayat 1 huruf b berbunyi setiap orang dengan sengaja atau terbukti membuang, menumpuk sampah dan/atau bangkai binatang ke sungai/kali/kanal, waduk, situ, saluran air limbah, di jalan, taman, atau tempat umum, akan dikenakan uang paksa/denda IDR 500.000.

Penertiban tukang buah Bintaro sektor 2 ini sedikit banyak menyulitkan pembeli yang sudah langganan dari para pedagang buah di sana. Meski demikian, beberapa pedagang buah memilih untuk pindah ke tempat yang tidak jauh dari lokasi sebelumnya yakni di bawah jembatan kereta yang terletak di depan Masjid Jami Bintaro sektor 2 dan Giant Ekspres.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com