Minggu, 06 Maret 2016

Tata Cara Shalat Sunnah Kusuf/Khusuf Ketika Gerhana Terjadi

Gerhana Matahari Total

Banten - Masyarakat Indonesia dihebohkan dengan gerhana matahari total yang dipastikan datang dan melintas di sebagian wilayah utara di Indonesia pada 9 Maret 2016 yang bertepatan dengan peringatan Hari Raya Nyepi.

Sebenarnya kabar tentang fenomena alam yang sangat jarang terjadi ini bukan sebuah berita baru, tetapi sebelumnya sudah diperkirakan oleh pihak terkait akan terjadi di Indonesia sejak pertengahan 2015 lalu.

Berdasarkan perhitungan, gerhana matahari total akan melintasi 11 provinsi Indonesia yaitu Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Baca juga: Fenomena Alam Gerhana Matahari Total Maret 2016, Pertama di Indonesia pada Abad ke-21

Dalam menyambut datangnya gerhana matahari tersebut, beragam aksi yang akan dilakukan oleh masyarakat, salah satunya menjalankan ibadah shalat sunnah gerhana matahari atau disebut juga dengan kusuf.

Berikut dalilnya.

"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (Q.S. Al-Anbya: 33)

"Jika kalian melihat kedua gerhana, yakni gerhana matahari dan gerhana bulan, bersegeralah menunaikan shalat." (HR. Muslim)

Bagi anda yang ingin menjalankan ibadah shalat sunnah gerhana matahari atau kusuf, berikut beberapa tata caranya, yang Kru RRN kutip dari laman Facebook Kementrian Agama RI, yaitu:
  1. Niat di dalam hati (baca: saya niat shalat sunnah gerhana matahari/kusuf dua raka'at karena Allah ta'ala).
  2. Tanriratul ihram.
  3. Baca doa iftitah, berta'awudz, lalu baca Al-Fatihah dan surat yang panjang dengan tidak dikeraskan suaranya.
  4. Ruku' sambil memanjangkannya.
  5. Bangkit dari ruku' (i'tidal) sambil mengucapkan Sami'allahu Liman Hamidah, Rabbana Walakalhamd'.
  6. Setelah i'tidal, baca surat Al-Fatihah dan surat yang panjang (lebih singkat dari yang pertama).
  7. Ruku' kembali (lebih pendek dari ruku' yang sebelumnya).
  8. I'tidal.
  9. Sujud yang panjangnya sebagaimana ruku', lalu duduk di antara dua sujud dan sujud kembali.
  10. Bangkit dari sujud, lalu mengerjakan raka'at kedua sebagaimana rakaat pertama (bacaan dan geraknya lebih singkat dari sebelumnya).
  11. Tasyahud.
  12. Salam.
  13. Setelah salam, Imam menyampaikan khutbah kepada para jama'ah yang berisi anjuran berdzikir, berdoa, beristighfar, sedekah, dan hal baik lainnya.

Catatan
  • Pastikan bahwa gerhana akan terjadi.
  • Shalat sunnah gerhana dilakukan saat gerhana berlangsung.
  • Dianjurkan menyelenggarakan khutbah setelah shalat dilangsungkan.
  • Dianjurkan untuk berjama'ah.
  • Shalat sunnah gerhana bulan disebut khusuf.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com