Senin, 09 Mei 2016

Hadirilah!! Ennichisai Blok M 2016: Miracle - The Power of Love

Poster

Jakarta - Ennichisai 2016 akan kembali digelar, event tahunan ini masuk ke tahun ketujuh pelaksanaannya. Dengan mengangkat tema "Miracle - The Power of Love", Ennichisai akan menyuguhkan konsep unik yang berbeda.

Akan ada tiga zona papan cinta raksasa (Giant Love Board) yang disebar pada tiga titik di area Little Tokyo Blok M, pengunjung dapat menuliskan pesan cintanya kepada orang tersayang yang kemudian ditempelkan di papan cinta raksasa. Setelah itu pengunjung membayarkan uang donasi sebesar IDR 10.000 untuk mendapatkan satu gelang dari empat warna yang berbeda. Yang menarik adalah khusus gelang berwarna pink, hanya diperuntukan bagi pengunjung yang berstatus single. Sebagian dari uang hasil papan cinta ini akan didonasikan kepada korban gempa prefektur Kumamoto, Jepang.

Ennichisai merupakan festival Jepang di Indonesia yang paling otentik dengan Japan's Shopping District Festival. Tahun ini, Ennichisai akan diselenggarakan pada tanggal 14-15 Mei 2016. Dihadiri lebih dari 200.000 pengunjung setiap tahunnya dan diramaikan oleh 200 stan makanan serta minuman, dan stan pernak pernik Jepang. Kecintaan masyarakat terhadap Ennichisai juga bisa dilihat dari banyaknya jumlah sukarelawan, yakni sekitar 2.000 orang pada setiap eventnya, mereka tidak hanya datang dari Jakarta saja tetapi juga dari daerah lain.

Ennichisai akan terdiri dari dua panggung yaitu tradisional dan pop culture stage. Tradisional stage akan memperkenalkan budaya Jepang yang sesungguhnya pada masyarakat Indonesia yang mana ada keramahan, kerja sama juga perhatian dalam setiap hal yang dilakukan. Tradisional stage akan menghadirkan pertunjukan dari Hiroaki Kato dan street performance meliputi Mikoshi, Wadaiko, Eisa, Shamisen, Koto Yosakoi Contest, Nihon Buyou, Oiran Dochu dan Shishimai. Ennichisai 2016 akan semakin meriah dengan kehadiran bintang tamu dari Jepang, yaitu BONTEN (Wadaiko), Ogawa Daisuke (Wadaiko), Ito Keisuke (Shamisen), dan Kajimai (Eisa).

Wadaiko merupakan perkusi tradisional Jepang yang menimbulkan bunyi gemuruh. Di Ennichisai 2016, kelompok BONTEN taiko mengutus Kobayashi Masataka dan Kobayashi Momo untuk menyebarkan pesan tentang keindahan hidup. Selain itu akan hadir kembali Ogawa Daisuke, pemain wadaiko multitalenta. Sejak tampil di Ennichisai 2015, Ogawa jatuh cinta pada Indonesia dan menjalin hubungan secara berkesinambungan.

Eisa adalah tarian dari Okinawa yang menggunakan Taiko. Kelompok U-maku Eisa Shinka Indonesia tampil di Ennichisai sejak tahun 2010 dengan membawakan konsep pertunjukan yang berbeda setiap tahunnya. Pada Ennichisai 2016, kelompok Kobudo Taiko Shudan Kajimaai kembali tampil memberikan semangat melalui pertunjukan Eisa dan Kobudo (seni bela diri Okinawa).

Shamisen merupakan alat musik khas Jepang bersenar tiga. Ito Keisuke akan kembali mencuri hati di Ennichisai 2016 melalui permainan Shamisennya.

Tidak kalah menarik untuk membawa sisi modern kebudayaan Jepang, pop culture stage tahun ini akan disebut sebagai CLAS:H Pop Culture Stage yang akan berkolaborasi dengan event CLAS:H. Isi acaranya pun sangat beragam dimulai dari CLAS:H Single Cosplay Competition, Indonesia Cosplay Grand Prix (ICGP), World Karaoke Grand Prix-Indonesia Region dan penampilan SAGA, Love Android, Faint Star, REDSHiFT, Yumi dan Intan Akimoto, dan masih banyak performer lainnya. Untuk pertama kalinya Musumen, Jazz Pianist Rei Narita, dan Loverin Tamburin akan memeriahkan pop culture stage Ennichisai tahun ini.

Bagi penggemar Jejepangan, baik budaya traditional maupun pop, pasti tidak akan pernah melewatkan festival Ennichisai. Karena hanya di Ennichisai Anda bisa menemukan dan juga menikmati semua hal yang akan membuat merasa seperti di Jepang tanpa perlu pergi ke "Negara Matahari Terbit" itu, mulai dari makanan, merchandise hingga dekorasi, bahkan pengunjungnya pun akan bergaya seakan mereka berada di Jepang.


SUMBER

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com