Minggu, 17 Juli 2016

Heboh Tokoh Masyarakat Tidak Gengsi Ngepel Teras Rumah

Ngepel

Lebaran memang telah berlalu. Nyaris semua pekerja yang mudik sudah kembali masuk kerja dan menjalankan aktivitas serta rutinitasnya masing-masing. Meski demikian, masih ada segelintir pekerja yang belum balik dari kampung halaman untuk kembali bekerja di ibu kota.

Bang Fakry, warga dusun Rempoa, Tangerang Selatan, mengaku bahwa selama asisten atau pembantu rumah tangga (PRT) yang biasa membantu pekerjaan rumah belum kembali dari kampung, ia dan keluarga harus membagi tugas serta bergotong royong untuk menyelesaikan semua pekerjaan rumah, antara lain mencuci, nyapu, ngepel, buang sampah, nyiram halaman dan mencabut rumput.

"Biarin aja, asisten rumah tangga saya memang seperti itu. Dia akan kembali kalau ada saudaranya yang mengantarkannya ke sini. Namun untuk kapan dia kembali bekerja di sini, saya sendiri kurang jelas," jelas Bang Fakry.

"Selama asisten rumah tangga belum kembali, kami sekeluarga bergotong royong untuk membereksan rumah. Setiap anggota keluarga memiliki tugasnya masing-masing. Misalkan saya tugasnya ngepel, adik perempuan saya mencuci baju, ibu saya nyetrika, adik yang laki-laki buang sampah," tambah pria yang bercita-cita jadi tokoh masyarakat Rempoa itu.

Meski hidup berkecukupan dan bergelimang harta, Bang Fakry menjelaskan bahwa tidak perlu gengsi atau malu untuk mengerjakan tugas membersihkan rumah karena hal itu demi kebaikan diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar. "Kebersihan adalah sebagian dari iman," pungkasnya sambil melanjutkan ngepel teras rumah.

2 komentar:

  1. tokoh masyarakat yg mana yah ?? kok gk kenal yah namanya

    BalasHapus

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com