Sabtu, 19 September 2015

Gulali Ghost Rider: Permen Jadul yang Eksis Hingga Kini

Gulali Ghost Rider

Kebayoran Baru - Seorang bapak setengah baya terlihat di antara kerumunan anak kecil sambil membentuk sesuatu di tangannya. Permen gulali, itulah yang sedang ia olah. Dengan telaten membentuk permen lunak itu menjadi berbagai bentuk pesanan para anak di depan sekolah.

Teringat masa kecil saat kru Radar Rempoa News hanya bisa melihat anak-anak berduit bisa membeli permen mewah itu. Saat ini permen gulali berbagai bentuk itu dijual oleh si bapak IDR 2.000 saja, angka yang terbilang kecil untuk saat ini.

Bentuk permen yang dapat dibuat oleh si tukang gulali ada beraneka ragam mulai dari terompet, balon, burung yang bisa bersiul jika ditiup, motor dengan pengendaranya sampai penunggang kuda yang mirip Ghost Rider, dan beberapa bentuk lain sesuai dengan permintaan pembeli. Asalkan tukangnya berkenan.

Menurut bapak yang nampak sudah setengah baya itu, membuat karamel untuk permen gulali ini tidaklah mudah. Waktu pemasakannya harus pas, jika terlalu cepat bisa gagal, tapi jika terlalu lama bisa pahit. Ia pun menceritakan orang di rumahnya yang sedang belajar membuat gulali telah menghabiskan 11 Kg gula pasir, namun masih tetap gagal.

"Bahan buat bikin karamelnya gampang mas. Cuma air sama gula aja. Yang susah itu waktu masaknya. Kalau tidak pas, karamelnya bisa gagal, kalo kelamaan rasanya bisa pait. Di rumah saya ada yang lagi belajar bikin, udah abis 11 Kg gula belum berhasil juga," jelasnya.

Saat ini, si bapak berjualan gulali di sekitaran SD di Sukabumi Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dengan harga IDR 2.000 per permen.

Sebagai penjual makanan anak, ia tidak diperkenankan untuk memberikan warna ke permen gulali yang dijajakan. Padahal ia mengaku bahwa pewarna yang digunakan bukan pewarna tekstil, tetapi pewarna khusus makanan.

"Sekarang tidak boleh warna-warna, warnanya harus alami seperti ini. Padahal saya menggunakan pewarna makanan," keluhnya.

Keseruan dari permen gulali ini adalah pada saat melihat proses pembuatan dan memainkannya ketika sudah jadi. Agak sayang rasanya untuk memakan dan merusak bentuk dari permen. "Sayang dah buat dimakan," ungkap Basit, anak Bangka yang pesan permen bentuk Ghost Rider.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com