Sabtu, 16 Januari 2016

Nggak Perlu Calo!! Pengalaman Sidang Tilang Jalur Busway

Potongan surat tilang

Jakarta - Pada Senin (2/2/2015), Kru RRN kena tilang karena dituduh masuk ke jalur busway, walaupun hanya sedikit karena ingin muter arah. Tapi kalau polisi sudah kekeh, ya Kru RRN tidak bisa beralasan.

Singkat cerita, ditilanglah Kru RRN dan sidang hari ini (13/2/2015). Selain Kru RRN, banyak juga yang terkena tilang saat itu di Jalan Panjang, Pengumben, Jakarta barat; dan mereka terkejut mengetahui denda maksimal yang cukup besar harus dibayarkan ke pengadilan.

Sebelumnya, Kru RRN mengetahui kabar bahwa denda untuk motor yang melintas di jalur busway adalah 500 ribu Rupiah, sedangkan mobil 1 juta Rupiah.

Hanya saja, kenyataanya untuk saat ini, Kru RRN melihat denda maksimal untuk pelanggar jalur busway untuk motor di slip tilang hanya 250 ribu Rupiah.

Banyak calo

Celingak-celinguk sambil mengendarai motor, ketika Kru RRN hampir sampai di lokasi sidang tilang, Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kru RRN langsung disapa oleh seseorang.

"Mas, parkir di sini saja," ujarnya sambil nunjuk ke arah tempat parkir.

"Yang bener mas parkir di sini?" Kru RRN bertanya.

"Nanti Kru RRN ditilang lagi kalau parkir di sini. Nggak ah."

"Nggak apa mas, mau ke pengadilan kan? Sini Kru RRN urusin," kata pria yang ternyata adalah calo.

"Terima kasih pak, Kru RRN mau urus sendiri saja."

"Kalau mau urus sendiri, parkirnya di sana mas," kata calo setelah mendengar jawaban Kru RRN seperti itu, sambil ngusir Kru RRN dan menunjuk ke arah pengadilan yang ternyata masih jauh.

"Kampret juga nih orang," ucap Kru RRN dalam hati.

Ternyata saat Kru RRN masuk area parkir, masih banyak calo yang nawarin jasa. Kru RRN sih nggak deh menggunakan calo, mending urus sendiri saja. Setidaknya, selama ini Kru RRN belum pernah ikut sidang tilang, jadi ingin tahu saja prosesnya seperti apa.

Menyerahkan surat tilang

Singkatnya, Kru RRN sudah sampai ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Bingung juga harus ngapain hingga ada staf yang memberitahu jika ingin ngurus tilang, serahkan surat tilangnya ke ruang administrasi, setelah itu tinggal tunggu di panggil di atas.

Surat tilang, slip merah

Ada dua ruang sidang yang berbeda yaitu sidang tilang bagi pengendara yang ditahan SIM-nya dan pengendara yang ditilang STNK-nya. Kru RRN sendiri termasuk yang ditahan SIM-nya.

Menunggunya tidak lama, mungkin hanya sekitar 15 menitan.

Sidang tilang

Setelah dipanggil, Kru RRN pun masuk ke dalam ruangan sidang. Nah, di sini kocak deh. Ketika putusan hakim dibacakan, para pelangar lalulintas termasuk Kru RRN terkejut dengan denda bernilai tinggi yang diberikan oleh hakim.

"Tiga ratus ribu," ucap hakim.

"Waduh, kena tilang apaan tuh?" tanya seorang pria yang sedang duduk menunggu putusan.

"Jalur busway pak," jawabnya dengan ekspresi lemas.

Kru RRN pun ngobrol dengan salah seorang yang sedang menunggu mengenai kaskus tilangnya. ia mengungkapkan bahwa ia tertangkap ketika ada razia helm, dan denda yang ia bayar saat itu hanay 50 ribu Rupiah.

"Lima ratus ribu," ucap hakim sambil ngegetok palu.

"Wah, apaan itu mahal banget lima ratus ribu," Kru RRN terkejut, kemudian mikir, "Kira-kira Kru RRN kena berapa ya? Semoga tidak lebih dari 250 ribu Rupiah."

Tidak lama setelah menunggu sambil duduk di kursi yang mulai kosong. Putusan untuk Kru RRN pun dibacakan oleh hakim.

"Kru RRN, 200 ribu Rupiah."

Tidak ada pertanyaan apa-apa dari hakim yang mungkin bisa meringankan denda yang nantinya Kru RRN bayarkan.

"Ternyata segitu saja. Syukurlah tidak sampai 500 ribu Rupiah," ucap Kru RRN dalam ahti sambil tersenyum.

Tapi ya penyesalan juga. Tetap saja kehilangan 200 ribu Rupiah.

Mungkin harga denda yang diputuskan hakin bisa berbeda-beda dari denda maksimalnya. Hanya saja yang pasti, dendanya lebih murah dari denda maksimal.

Bayar denda

Kru RRN pun langsung menuju ke kasir untuk bayar denda sekaligus mengambil SIM yang disita. Ketika Kru RRN bayar, ada biaya tambahan selain yang disebutkan hakim yaitu 1000 Rupiah saja. Jadi Kru RRN bayar denda di kasir seharga 201 ribu Rupiah.

Selesai sudah sidang tilang Kru RRN hari ini. Ternyata ngurus tilang tidak lama kok. Kru RRN datang ke pengadilan sekitar jam 9 pagi dan semua proses dari awal hingga akhir rampung sekitar setengah jam.

Surat tilang slip biru

Oh iya, Kru RRN juga melihat orang yang membawa slip biru tilang. Katanya, kalau pelanggar meminta slip biru maka cukup dengan bayar denda maksimal di Bank BRI, maka masalah selesai. Ternyata tidak seperti itu. Bayar sih tetap bayar, tapi pelanggar dengan slip biru tetap saja harus ikutan sidang tilang.

Perbedaannya, kalau slip merah itu sidang dan bayar di pengadilan, sedangkan slip biru bayar di Bank BRI terdekat, harus sidang juga di pengadilan dan diakhiri dengan menerima uang kembali dari kasir dengan jumlah berupa selisih dari denda maksimal dikurangi denda putusan hakim. Selain itu, ketika menyerahkan slip biru ke administrasi pun harus disertakan bukti pembayarannya. Ribet kan.

Kru RRN menyimpulkan bahwa slip biru malah lebih repot dari yang merah. Standarnya, polisi akan memberikan slip merah, tapi bisa memberikan slip biru apabila pelangar memintanya. Saran Kru RRN, lebih baik anda terima saja slip merah, lebih praktis.

***

Itulah pengalaman Kru RRN setelah menjalali proses sidang tilang jalur busway di Pengadilan jakarta Barat.

Pesan Kru RRN, berkendaralah sesuai dengan aturan. Perhatikan rambu dan jalan yang anda lewati. Jangan lengah! Jangan sampai ditilang, karena sidang itu sebenarnya buang-buang waktu (walaupun sebentar). Dan apabila anda ingin cepat saat sidang, datanglah pagi hari yaitu antara jam 8 hingga 9 pagi.

Namun, jangan takut apabila ditilang dan minta damai. Karena prosesnya tidak sulit dan tidak lama kok. Jadi tidak perlu nyogok polisi atau menggunakan jasa calo. Jalani saja proses sidang, toh sedikit banyak kita telah dan pernah melanggar peraturan lalu lintas.

Sumber

12 komentar:

  1. mahal banget 200 ribu, jangan sampe kena dah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. demi memberikan efek jera kepada pengendara :D

      Hapus
  2. Untuk bln mei 2016 kira2 brapa yaa.. Hmh.. Lg bokek d tilang.. Gara2 ngikutin motor d depan.. Harokhhh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo ga salah harganya masih sama kok, IDR 250.000 kalo sidang di pengadilan :D

      Hapus
  3. yah gw dapet slip biru, ribet dahh 😥

    BalasHapus
  4. Barusan kena, tp nyoba ke kejaksaan aja sekarang brp...

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang nya klo k kejaksaan itu beda?
      #awam baru kena tilang td pagi, jalur busway, slip merah, sidang jumat 14-10-16

      Hapus
  5. Gan baru kena tilang pelanggaran pasal 287 dgn denda maks 500k... Ane muterbalik ditempat yg seharusnya ga boleh... Kira kalo ikut sidang bayar brapa ya? Lebih murah sidang atau pake calo?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jgn pake calo, mahal. setelah sidang, motor kena denda 250rb, sedangkan mobil 500rb.

      Hapus
    2. Itu yg di Kejaksaan ya gan, bayarnya..??

      Hapus
  6. Adakah yg bru kena tilng bulan nie karna menggunakan jalur busway? Bayar brp ya?

    BalasHapus
  7. Adakah yg bru kena tilng bulan nie karna menggunakan jalur busway? Bayar brp ya?

    BalasHapus

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com