Jumat, 01 Juli 2016

Agni Olimpia: Gamer Cewek Asal Pamulang Tangsel Ini Sukses Gapai Mimpi Pergi ke E3 2016

Agni Olimpia

Saya tidak pernah menyangkan salah satu gamer cewek asal Pamulang, Tangsel, Banten ini bisa mewujudkan impiannya untuk pergi ke ajang E3. Pasalnya, itu adalah event tahunan paling hebohnya industri game atau terakbar yang diselenggarakan di Los Angeles, Amerika Serikat.

Namanya adalah Agni Olimpia, golongan darah A. Dua video game terfavorit gamer lulusan D3 Bahasa Jepang Universitas Indonesia ini, yaitu: Xenogears dan Suikoden.

Ibarat naik haji, bisa dibilang E3 adalah event "naik haji"nya gamer. Kalau gamer Indonesia bisa datang ke event ini, berarti sudah ngetop banget. Di samping acaranya memang luar biasa diliput oleh media game seluruh dunia, dari Indonesia ke Los Angeles tentu saja membutuhkan waktu dan dana yang tidak sedikit.

Penghobi gaming, traveling dan makan cokelat yang bergolongan darah A ini aktif memainkan game Final Fantasy Type-0 di PS4, Valkyria Chronicles di PC, semua game dari GAMEVIL di perangkat Android atau iOS.

Yuk simak wawancara bersama Agni di bawah ini.

Kok Anda bisa ke E3 2016? Coba ceritakan asal-usulnya!

Tahun 2016 ini, perwakilan dari seluruh cabang GAMEVIL, perusahaan tempat saya bernaung, diutus untuk mengikuti workshop di lokasi kantor GAMEVIL USA, tepatnya di Los Angeles, California.

Workshop sengaja diadakan bersamaan dengan waktu diadakannya E3 yang merupakan pameran game eksklusif terbesar di industri​ kami​ dan kebetulan bertempat di Los Angeles. Perwakilan tiap negara Asia Tenggara terdiri dari satu General Manager dan satu Localization Manager​​ atau Lead Community Manager.

Nah, kebetulan saya yang Lead Community Manager di Indonesia terpanggil juga. Sampai sekarang, saya masih berasa mimpi bisa nginjakkan kaki di E3.

Apa saja yang telah Anda lakukan di E3 2016?

E3 yang dihadiri hanya 1 hari dari total 3 hari, yaitu hari Rabu di tengah-tengah workshop yang gencar digelar di kantor. Tujuannya adalah observe & have fun!

Itulah yang saya lakukan di E3. Sama kok kayak kelakuan saya jika datang ke event-event di Tanah Air. Oh, tapi jauh lebih norak sih.

Waktu paling banyak kemakan buat kelarin quest Persona 5: dapetin Morgana Hat. Harus ngantre selama sekitar 1,5 jam untuk dapetin stamp collection card beserta giliran waktu masuk ke game zone SEGA, main 4 game SEGA (ya, masing-masingnya ngantre juga) selama sekitar 1,5 jam juga. Phew!

Well, sebelum berkutat sama quest Morgana Hat itu, perhatian terpusat ke hunting tokoh-tokoh dunia game yang hadir. Walau nggak banyak yang keuber.

Sempat nyoba video game apa saja di E3 2016?

Jujur sih nggak terlalu banyak. Cuma Star Ocean V, Deus EX, King of Fighters XIV, Yakuza 0, dan 2 game Atlus yang dimainin untuk main quest clearance. Pingin cobain Zelda yang goes open world, tapi "mentah" saja karena antrean terlalu panjang.

Video game apa yang menurut Anda paling mengesankan di E3 2016?

Secara subyektif selaku penyuka RPG pastinya Final Fantasy XV dan semua teaser barunya yang dipresentasikan megah di depan mata. Hampir 10 tahun sejak FF yang dulunya bertitelkan Final Fantasy Versus XIII ini diumumkan ke publik. Penantian yang lama, dan siapa sangka bisa lihat langsung presentasinya di E3 2016 yang hanya terpaut beberapa bulan dari tanggal rilisnya? Super excited.

Booth FFXV

Apakah Anda berhasil selfie dengan tokoh-tokoh video game ngetop dunia? Jika iya, siapa saja?

Hanya 2 orang dari dunia RPG yang saling bersinggungan (haha).

Pertama, Hajime Tabata! Bapak Director FFXV ini berhasil saya ajak handshake (kyaa), foto bareng plus minta tanda tangannya selepas Special Presentation yang doi mulai pada jam 11.00 di hari ke-2 E3 2016 (satu-satunya hari yang saya kunjungi).

Shigenori Soejima (kiri) - Hajima Tanabata (kanan)

Kedua, Shigenori Soejima, artist fenomenalnya Atlus! Yang ini agak konyol karena sempet nge-stalk ikutin doi keluar expo. Aslinya cuma mau nunggu sampai Soejima-san dan pengawalnya nggak sibuk, tapi ternyata sampai nyaris ke parkiran.

Gambarkan seseru apa sih E3 2016 itu?

Wah, sulit diungkapkan dengan kata-kata. Sebagai perhelatan terakbar industri game di Amerika, pastinya seluruh pelaku industri sangat antusias mengunjungi setiap sudut booth-nya.

Booth Resident Evil dan Legend of Zelda-nya Nintendo diyakini sebagai beberapa yang paling sulit diintip. Bahkan ketika gate E3 dibuka trus pengunjung langsung lari ke sana pun, belum tentu kebagian cicip gamenya.

Jika dibandingkan dengan event di Indonesia, E3 2016 tuh seperti apa sih?

E3 terdiri dari 2 hall, West dan South. Jarak antara West ke South lumayan jauh dan di sela-selanya bakal disuguhi dengan sejumlah wallpaper raksasa Dragon Ball: Xenoverse.

Hawa-hawa selama di booth ada kesan mirip AFA/IGS, tapi enggak bisa dibandingkan. Showcase di segala penjuru, nuansa per booth terlampau beda sesuai line up masing-masing company.

Pictures should be able to describe better ya, so here they are.

Suasana E3 2016

Selain ke E3 2016, wisata mana saja yang Anda kunjungi di Amerika?

Di Los Angeles karena memang nyaris full business trip, cuma nambah ke Hollywood sign, Universal Studios Hollywood, dan beberapa premium outlet. Karena udah jauh ke belahan planet lain, cuss lanjut ke New York: Central Park, Brooklyn Bridge, Empire State Building, Rockefeller, Grand Central Terminal, Mets Museum, dan lain-lain. Super seru!

***

Demikianlah wawancara bersama Agni Olimpia, Lead Community Manager Gamevil SEA, yang telah berhasil mewujudkan mimpinya untuk pergi ke ajang E3 2016. Wah, kiprah gamer asal Pamulang sudah sampai ke Amerika Serikat nih. Gamer Rempoa jangan mau kalah dong!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com