Selasa, 11 Juli 2017

Ketahui Bakat Anak Sejak Bayi dengan Map My Gene

Konferensi pers

Tahukan Anda kalau ada lembaga yang bisa mendeteksi bakat anak sejak bayi melalui DNA-nya? Namanya adalah Map My Gene (MMG), lembaga spesialis tes genetis dari Amerika Serikat yang berdiri sejak tahun 2009. Kini MMG telah hadir di Indonesia untuk memperkenalkan Inborn Talent Genetic Tests (ITGT) dan Disease Susceptibility Gene Test (DSGT).

Dengan ITGT, orangtua dapat mengetahui bakat tersembunyi anak, bahkan sejak baru lahir. Sedangkan dengan DSGT, orangtua dapat mengetahui kerentanannya terhadap penyakit. Ini adalah tes genetis pertama di Indonesia melalu metode pemetaan DNA, terbukti secara ilmiah, dan memiliki ketepatan hingga 95 persen.

Gen adalah bagian dari DNA (Deoxyribonucleic Acid) yang menentukan bagaimana sel akan hidup, berfungsi dan berperilaku sepanjang hidupnya. Variasi gen yang dihasilkan oleh setiap individu menyebabkan mereka memiliki atribut yang berbeda-beda seperti postur tubuh, kulit, mata dan warna rambut. Masa depan manusia bisa ditentukan melalui gen yang sudah ada di tubuhnya sejak lahir.

Kartina Lydiawati, Marketing Communication MMG Indonesia memaparkan, "Setiap manusia terlahir dengan gen yang berbeda. Gen mengandung informasi penting tentang potensi seseorang terhadap kecerdasan, yang dapat diungkap melalui tes ini sehingga menjadi solusi untuk menemukan bakat bawaan kita. Dari hasil pemetaan DNA, juga dapat mengidentifikasi kondisi fisik seseorang termasuk kerentanan penyakit."

Untuk ITGT, ada 46 petensi umum yang bisa ditemukan, termasuk kepribadian, bakat seni, kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), kemampuan atletik, sensitivitas, kebugaran, dan ketergantungan.

Kepribadian akan menentukan apakah seorang anak bersikap optimis, pemalu, hiperaktif atau mudah beradaptasi. IQ dapat menunjukkan apakah anak itu unggul dalam kemampuan verbal, non-verbal, kreatif dan analitis. Sementara EQ akan menentukan kecondongan anak untuk jadi penyayang, bersemangat tinggi, dan caranya untuk bersosialisasi. Lainnya adalah kemampuan olahraga, bakat seni, kesehatan fisik, dan mengenali kecenderungan kecanduannya.

Proses pemetaan DNA menggunakan SWAB Kit sebagai instrumen untuk mengumpulkan sampel air liur, kemudian akan dikirim ke laboratorium Map My Gene di Amerika Serikat untuk diproses dan dianalisa menjadi kode genetis yang akurat dan rinci. Setelah itu, para ahli akan menguraikan dan membuat sampel tersebut menjadi sebuah informasi tentang bakat bawaan lahir hingga potensi penyakitnya. Hasilnya sendiri akan tersedia dalam kurun waktu empat sampai enam pekan.

"Kami percaya dengan hadirnya Map My Gene di Indonesia, orangtua dapat menggunakan kesempatan ini untuk mencari tahu lebih banyak mengenai bakat tersembunyi anak-anak mereka, tidak ada lagi trial and error karena tes genetika yang akurat dan unik untuk setiap orang. Kami menyelenggarakan seminar kepada orangtua dan praktisi lainnya sehingga mereka bisa mengerti alasan pemetaan DNA untuk anak mereka sangatlah penting," pungkas Kartina.

Seminar MMG itu akan digelar pada 17 Juni dan 22 Juli 2017. Seminar tersebut dapat dihadiri secara gratis dan terbuka untuk orangtua yang ingin mengetahui lebih banyak informasi menegnai pemetaan DNA dan keuntungannya.

Daftarkan diri Anda di sini.

Anda juga dapat mengetahui tentang MMG dengan mengunjungi gerainya pada pameran Mommy & Me di Jakarta Convention Center, Senayan, tanggal 28-30 Juli 2017.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com