Jumat, 20 Juli 2018

Fakta Kasus Tencent dan CEO Moonton, Ternyata Bukan Masalah Plagiat

mobile legends

Kasus tentang Moonton, sang developer game Mobile Legends: Bang Bang, lagi-lagi diangkat dan menjadi buah bibir yang asyik untuk dibahas. Pada tanggal 17 Juli 2018, kabar tentang kasus antara Riot Games dan Moonton kembali diangkat oleh media.

Isunya, Riot Games berhasil menangkan tuntutan atas developer Mobile Legends, Moonton Technology Co., atas kasus plagiat yang telah dilakukannya. Padahal maksud dari berita yang bersumber dari situs Dot Esports itu tidak seperti yang disampaikan oleh sebagian media.

Faktanya, yang bermasalah di sini bukan Riot Games, melainkan Tencent Holdings dengan Xu Zhenhua yang kebetulan adalah CEO Moonton. Pada tanggal 18 Juli 2018, Dot Esports melakukan pembaruan info dalam artikel yang sama. Di sana dijelaskan kronologi sebenarnya dan mereka pun menyesal atas kerancuan info yang diterbitkan.

Berdasarkan pengamatan saya, berita sebenarnya itu begini. Tencent mendapat RMB 19,4 juta atau sekitar USD 2,9 juta atau IDR 41,5 miliar dari kasusnya dengan seseorang bernama Xu Zhenhua, CEO Moonton Technology, di Tiongkok.

Dilansir dari Dot Esports, berdasarkan dokumen tuntutan resmi dari Pengadilan Rakyat No.1 Shanghai, Tencent mengajukan tuntutan non-disclosure agreement (NDA) dan non-compete clause (NCC) terhadap Xu Zhenhua.

Singkatnya, NDA adalah perjanjian hitam di atas putih yang menyatakan bahkwa pihak yang berjanji tidak boleh memberitahukan poin-poin yang tertulis dalam perjanjian itu. Sementara, NCC ini lebih ke perjanjian untuk tidak berkompetisi yang biasanya ditujukan ke pekerja. Contoh NCC adalah ketika kamu bekerja sebagai staff di perusahaan A, maka kamu tidak boleh jadi staff di perusahaan B atau perusahaan lain yang dianggap sebagai pesaing di waktu yang bersamaan.

Dokumen tersebut mengkonfirmasi Xu Zhenhua sebagai subyek gugatan, dan  tidak disebut kalau dia adalah CEO Moonton. Nah, dari sana bisa ditarik kesimpulan bahwa masalahnya bukan antara Tencent dan Moonton, tetapi lebih ke masalah ketenagakerjaan atau perseorangan antara Tencent dengan Xu Zhenhua.

Untuk tuntutan kali ini pun tidak ada hubungannya dengan Riot Games dan bukan juga masalah tentang plagiat League of Legends, karena kasus yang dulu itu sudah dihentikan sejak beberapa tahun yang lalu.

Sebagai tambahan. Mengenai CEO Moonton sendiri, yang saya ketahui pernah datang ke Indonesia pada tahun 2017 dalam acara Mobile Legends Southeast Asia Cup (MSC) 2017, namanya adalah Justin Yuan. Nah, saya baru tahu dari kasus ini, ternyata Moonton punya CEO yang lain. Setelah tanya rekan yang kebetulan mantan karyawan Moonton, ternyata perusahaan game itu punya dua CEO, yaitu Xu Zhenhua (Watson) dan Justin Yuan.

Untuk menjelaskan masalah, pihak Moonton juga telah memberikan pernyataan resmi melalui situs Mobile Legends.

Mobile Legends adalah mobile MOBA yang dikembangkan sendiri oleh Moonton. Game ini sendiri tidak rilis di Tiongkok. Tuduhan atau klaim apa pun yang menyatakan bahwa Mobile Legends telah melanggar hak kekayaan intelektual dari game lain secara faktual dan secara hukum tidaklah berdasar. Selain itu, Moonton tidak pernah kalah dalam gugatan kekayaan intelektual apapun, begitpun dengan Mobile Legend yang tidak melakukan tindak pelanggaran apapun hingga saat ini.

Riot Games atau Riot pernah mengajukan gugatan terhadap Moonton pada bulan Juli 2017 ke Pengadilan Daerah Pusat California atas pelanggaran hak cipta dan hak merek dagang dari gamenya, League of Legends. Hanya saja, setelah penyelidikan lebih lanjut, pengadilan memutuskan Moonton tidak bersalah dan menghentikan aksi Riot.

Tencent Technology (Shanghai) atau Tencent Shanghai mengajukan gugatan kepada Xu Zhenhua yang merupakan representatif sekaligus CEO Moonton atas aktivitas berkelanjutannya setelah ia resign dari Tencent Shanghai. Jadi jelas, bahwa kasus ini bukan tentang plagiat hak kekayaan intelektual serta tidak berhubungan juga dengan Moonton dan Mobile Legends.

Nah, itulah yang sebenarnya terjadi dalam kasus Tencent dan CEO Moonton. Terakhir, Moonton berharap agar media tidak salah dalam mengartikan kasus ini, sebab kasus ini bukan tentang masalah plagiat atau semacamnya, namun lebih ke masalah ketenagakerjaan atau pribadi.

2 komentar:

  1. Best, will check it soon.

    BalasHapus
  2. I enjoy to remain to upgrade the most up to date information and articles to ensure that we do not fill when you visited this blog site.

    BalasHapus

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com