Kamis, 05 November 2015

Triawan Munaf: Indonesia sebagai Provider Industri Kreatif

Triawan Munaf

Senayan - Triawan Munaf adalah mantan personel grup musik bernama Giant Step yang beraliran progressive rock di Bandung, Jawa Barat, pada tahun 70an dengan posisi sebagai keyboardist.

Setelah tidak begitu aktif bermusik, Triaean kemudian bergerak dalam dunia usaha periklanan dan mendirikan Euro RSCG Adwork pada 26 Desember 1989. Salah satu kliennya adalah Partai PDI Perjuangan yang mana logo Banteng Moncong Putih yang merupakan lambang partai yang diketuai oleh Megawati Soekarno Putri adalah salah satu hasil karyanya.

Ayah dari selebritis multitalenta Sherina Munaf ini mulai terlibat dalam dunia politik melalui PDI Perjuangan dan juga sebagai anggota tim sukses Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Pada 26 Januari 2015, Triawan Munaf resmi dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BeKraf). Beliau pun menjadi pimpinan yang pertama dalam lembaga setingkat kementrian yang baru dibentuk tersebut.

BeKraf adalah sebuah lembaga negara baru yang dulunya merupakan bagian dari Kementria Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Di lembaga ini, Triawan mengemban tugas membantu Presiden dalam merumuskan, menetapkan, dan mengatur kebijakan ekonomi kreatif, serta mensinkronisasi kebijakan yang sudah ada agar tidak menjadi penghalang dalam industri kreatif itu sendiri.

Bidang yang didukung oleh BeKraf adalah sebagai berikut, yaitu:
  • Aplikasi dan game developer
  • Arsitektur
  • Desain interior
  • Desain komunikasi visual
  • Desain produk
  • Fashion
  • Film
  • Animasi
  • Fotografi
  • Kriya
  • Kuliner
  • Musik
  • Penerbitan
  • Periklanan
  • Seni pertunjukan
  • Seni rupa
  • Televisi dan radio

LINE Creative Day
Dalam ajang LINE Creative Day yang diselenggarakan di Ballroom 1, The Ritz-Carlton, Pacific Place pada Kamis (5/11), Triawan Munaf mengatakan bahwa "Indonesia memiliki potensi yang sangat besar bukan saja sebagai konsumen industri kreatif yang semakin dikendalikan oleh pesatnya perkembangan teknologi digital, tetapi juga sebagai 'provider' konten yang jaya dengan warisan budaya dan kearifan lokal. Idiom-idiom lokal telah terbukti mendapat tempat tersendiri di hati konsumen lokal yang besar jumlahnya."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com