Jumat, 15 Januari 2016

5 Kekonyolan Warga Jakarta Pasca Bom Sarinah Thamrin

Jakarta - Sebelumnya Kru RRN menyampaikan rasa belasunkawa kepada para korban yang terjadi pada peristiwa Bom Sarinah Thamrin. Total korban pada peristiwa ini adalah 7 orang, 5 dari pihak teroris, 2 dari warga sipil yang salahs atunya adalah warga Belanda.

Pada artikel ini akan dijelaskan tentang kekonyolan warga pasca atau setelah peristiwa tersebut  terjadi. Hal tersebut seharusnya jangan dulu dilakukan sampai keadaan benar-benar kondusif atau pihak berwajib sudah memastikan bahwa kondisi sudah aman.

Nonton bareng

Ada yang aneh?

Setelah peristiwa pengeboman berlangsung, ketika polisi sedang heboh baku tembak dengan teroris, anda bisa melihat pada gambar di atas warga ramai-ramai sedang menonton kejadian tersebut. Seharusnya area itu disterilkan sehingga polisi bisa bebas bergerak. Takutnya, warga yang jadi korban akibat peluru nyasar atau ledakan bom susulan.

Pedagang tetap jualan

Tukang sate

Foto di atas beredar di Path. Netizen menjelaskan bahwa  lokasi tukang sate berada kurang lebih 100 meter dari tempat kejadian perkara (TKP) yang mana ia kembali berjualan setelah dua jam dari peristiwa pengeboman dan baku tembak terjadi.

Kang kacang

Penjual kacang rebus melihat peluang untuk berjualan di tengah jalan, tempat peritiwa terjadi. Menurut Netizen, beberapa waktu sebelumnya, background tempat pedagang itu menjajakan daganganya adalah tempat tiga orang korban akibat baku tembak tergeletak.

Kang asongan

"Jakarta keras, Sob!" mungkin itu yang dipikirkan oleh pedagang asongan pada Gbr. 4, karena ketika polisi dan TNI sibuk menghadapi aksi teroris, pedagang asongan malah menjual dagangannya ke para tentara yang berada di dalam Panzer.

Selfie di TKP

Ngumpul di TKP

Mungkin pihak berwajib sudah mengumumkan bahwa situasi sudah kondusif sehingga warga bisa kembali beraktivitas normal seperti semula. Namun sebaiknya tidak perlu ngumpul di TKP lalu foto sana-sini.

Selfie!!

Apalagi selfie. Ini habis peristiwa pengeboman dan baku tembak yang menewaskan 7 orang, lho. Jangan sampai gara-gara beramai-ramain selfie di TKP, jalan raya M.H. Thamrin jadi anjlok atau rusak.

Bahas tas dan sepatu

Sepatunya bagus ya?

Bukannya fokus pada kabar terorisme, Netizen malah heboh dengan tas selempang dan sepatu yang dikenakan oleh para polisi yang sedang mengendap untuk melumpuhkan teroris. Tas selempang yang digunakan dijelaskan bermerek Coach, sedangkan sepatunya yakni Adidas Camouflage dan sneaker merek Gucci. Bahkan ada juga Netizen yang dagang tas selempang yang dikenakan oleh sang polisi di jejaring sosial.

Polisi ganteng

#KamiNaksir

Please deh people, fokus. Orang-orang sedang ribut membahas terorisme dan bom di Sarinah Thamrin, sebagian Netizen justru membahas polisi ganteng yang diketahui bernama Rino Soedarjo yang sedang beraksi melawan teroris di TKP, lalu heboh di jejaring sosial dengan tagar #KamiNaksir.

***

Teror merupakan sebuah perbuatan tidak terpuji yang membuat orang-orang menjadi takut. Teror tidak ada hubungan dengan agama tertentu, teror adalah sebuah kejahatan. Inti dari teror adalah menyebarkan rasa takut sehingga untuk menggagalkan aksi teror, anda tidak boleh takut.

Baca juga: Yuk Coba Main!! Game Android Bom Sarinah 

Menurut Kru RRN, aksi warga yang berekreasi di TKP setelah peristiwa mencekam ini terjadi merupakan wujud dari gagalnya teror yang dilakukan.

Warga tidak takut!

7 komentar:

  1. yang polisi ganteng, tas dan sepatu itu pembahasan yang paling nggak jelas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. tukang kacang dong, mantep. nonton teroris sambil ngemil kan lebih sedap, haha...

      Hapus
  2. Untuk preventif menangkal aksi teror....maka setiap tempt tempat umum hrs selalu ada petugas keamanan yg siap dgn detector bom nya.....( tokofitnesport.com )..'.

    BalasHapus
  3. Yang paling manteb lagi harus siagain tukang camilan buat nobar serangan teroris

    BalasHapus
  4. dipikir-pikir perbuatan seperti itu nggak dewasa banget

    BalasHapus
  5. min, peristiwa ini udah ada yang bikin gamenya tuh :v

    BalasHapus

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com