Kamis, 19 Mei 2016

Pemerintah Korea Selatan Nyatakan Perang Terhadap Video Game

Kampanye anti-video game

Video game telah dianggap sebagai suatu masalah besar di Korea Selatan. Hal itu merupakan sebuah ironi, mengingat di negata tersebut industri game dan eSport-nya justru berkembang sangat pesat bahkan jadi kiblat game online dunia. Mungkin Anda juga mengetahui bahwa Starcraft adalah game yang menjadi olahraga nasional di sana, bahkan ada saluran TV khusus yang menyiarkan pertandingan Starcraft setiap harinya. Jadi sangat mengejutkan ketika pemerintahnya malah menggalakkan kampanye anti-video game untuk menghentikan masyarakat dari bermain game.

Hal tersebut bukan candaan, karena kampanye itu sudah disiarkan di Korea Selatan. Nampaknya hal semacam itu baru langkah awal dari kampanye anti-video game yang dijalankan oleh pemerintah. Salah satu video kampanye bahkan telah disiarkan pada Januari 2015. Dengan kata lain, akan ada lebih banyak video semacam itu di kemudian hari. Pada tingkat personal, ada ungkapan "Hanya pecundang yang bermain video game." Mengingat saat ini hampir semua kalangan bermain game, sepertinya ungkapan tersebut layak untuk ditertawakan.

Nampaknya sangat tidak benar apabila video game jadi objek yang disalakan atas segaal hal buruk yang terjadi di dunia ini, antara lain kriminal, penurunan nilai di sekolah dan lainnya. Pada akhirnya, masalahnya kembali lagi kepada setiap individu dan kekuatan mentalnya, pengendalian diri serta moral.

Masalahnya adalah tentang kecanduan. Hal tersebut bukan satu-satunya masalah dari video game. Kecanduan itu sendiri adalah masalah nyata, bukan hal biasa. Maksudnya adalah Anda bisa kecanduan terhadap hal lainnya, antara lain judi, obat terlarang, seks bebas, dll. Mayoritas gamer tidak memiliki masalah kecanduan yang serius.

Banyak negara yang menawarkan pertolongan dan solusi kepada siapa saja yang bermasalah dengan kecanduan video game. Bahkan saat ini di negara Inggris dan Amerika Serikat sudah ada pusat rehabilitasi dari kecanduan video game. Jadi, ada pertolongan yang tersedia untuk siapa saja yang membutuhkannya, sama seperti di Korea Selatan.

Industri video game cukup menyusut akhir-akhir ini (terhitung dari 2009-2016) akibat pajak, penyensoran, dan penutupan layanan. Jadi sangat dirakukan bahwa kampanye anti-video game akan membawa sebuah keajaiban di Korea Selatan. Justru hal itu akan mempengaruhi segala hal yang berhubungan dengan game di negara tersebut, seperti penerbit, pengembang, retail, eSports, cosplay, acara game, dll).

Lebih mengkhawatirkan adalah banyak masyarakan yang akan kehilangan pekerjaannya di Korea Selatan. Lebih-lebih lagi, negara lain bisa saja akan mengikuti Korea Selatan dan memulai kampanye anti-video game-nya sendiri.

Akhir kata, marilah kita berdoa agar hal yang ditakutkan itu tidak terjadi.


SUMBER

1 komentar:

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com