Senin, 27 Juni 2016

Kitolod Makin Langka, Inilah yang Dilakukan Bang Fakry Selaku Bakal Calon Tokoh Masyarakat Rempoa

Kitolod

Keberadaan tanaman kitolod, atau dikenal juga dengan nama bunga bintang atau kembang jangar belakangan semakin langka. Sebelumnya, bungan yang sangat baik untuk pengobatan mata katarak dan rabun ini tumbuh subur pada pinggir-pinggir selokan, khususnya di Jalan Alle Raya, Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten.

Kitolod mengandung senyawa alkaloid, yaitu lobelin, lobelamin dan isotomin. Daunnya sendiri mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, dan polifenol. Namun Anda harus berhati-hati karena getah tanaman ini mengandung racun. Selebihnya, bagian-bagian lain dari tanaman ini memiliki efek anti-radang (anti-flamasi), anti-kanker (anti-neoplasmik), menghilangkan nyeri dan dapat menghentikan pendarahan.

Namun sekarang, tumbuhan yang bernama latin isotoma longiflora atau laurentia longiflora itu sudah sangat sulit ditemukan di sekitar Rempoa. Saya sendiri sudah mencarinya sampai ke Rengas, Cempaka Putih, Bintaro, Ulujami, dan Pamulang, namun tetap saja masih belum menemukan lokasi yang ditumbuhi oleh tanaman yang dipercaya berkhasit juga untuk mengobati penyakit kanker ini.

Beberapa lokasi di Rempoa yang masih ditumbuhi oleh kitolod ada di Jalan Alle Raya, tepatnya pada selokan yang berada tidak jauh dari tempat orang gantung diri yang cukup menghebohkan Rempoa tempo hari, di selokan depan rumah Pak Siregar, dan taman belakang rumah Bang Fakry.

Dikarenakan ketidak tahuan masyarakat akan khasiat kitolod, kebanyakan dari mereka mencabuti tumbuhan berbunga indah itu dan membuangnya begitu saja di selokan.

Demi menjaga agar kitolod tetap eksis dan tidak punah dari Rempoa. Bang Fakry yang tinggal si Jalan Alle Raya III itu berinisiatif untuk mengambil tanaman-tanaman kitolod yang dicabuti dan dibuang warga ke selokan, kemudian menanamnya di halaman belakang rumahnya.

"Warga nggak pada tau sih mampaat dari kitolod. Padahal bunga dan daonnya tuh punya khasit buat ngobatin mata rabun dan katarak. Trus batangnya berkhasiat buat terapi kanker kalo dicampur sama tanaman herbal lainnya," jelas Bang Fakry. "Makanya, sekarang ane pengen ngebudidayain taneman ini di belakang rumah."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com