Senin, 11 Juli 2016

Di Rempoa Langka, Tanaman Kitolod Tumbuh Subur di Cigalumpit, Wanaraja, Garut

Kitolod

Di Rempoa, Tangsel, populasi tanaman Kitolod sudah sangat langka. Namun di Cigalumpit, Wanaraja, Garut, tanaman ini tumbuh dengan sangat subur dan tersebar luas di tempian-tepian sawah.

Kitolod mengandung senyawa alkaloid, yaitu lobelin, lobelamin dan isotomin. Daunnya sendiri mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, dan polifenol. Namun Anda harus berhati-hati karena getah tanaman ini mengandung racun. Selebihnya, bagian-bagian lain dari tanaman ini memiliki efek anti-radang (anti-flamasi), anti-kanker (anti-neoplasmik), menghilangkan nyeri dan dapat menghentikan pendarahan.

Cigalumpit adalah sumber mata air di Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut di Provinsi Jawa Barat yang digunakan oleh warga sekitar untuk mandi dan air minum. Dulu, sebelum peternakan ayam di bangun, Cigalumpit sering digunakan oleh warga untuk rekreasi.

Tumbuhan bernama latin isotoma longiflora atau laurentia longiflora itu sudah sangat sulit ditemukan di sekitar Rempoa. Saya sendiri sudah mencarinya sampai ke Rengas, Cempaka Putih, Bintaro, Ulujami, dan Pamulang, namun tetap saja masih belum menemukan lokasi yang ditumbuhi oleh tanaman yang berkhasit juga untuk mengobati kanker ini.

Beberapa lokasi di Rempoa yang masih ditumbuhi oleh kitolod ada di Jalan Alle Raya, tepatnya pada selokan yang berada tidak jauh dari tempat orang gantung diri yang cukup menghebohkan Rempoa tempo hari, di selokan depan rumah Pak Siregar, dan belakang rumah Bang Fakry.

Dikarenakan ketidaktahuan masyarakat akan khasiat tanaman kitolod, kebanyakan dari mereka mencabuti tumbuhan berbunga indah itu dan membuangnya begitu saja di selokan.

1 komentar:

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com