Minggu, 21 Agustus 2016

Romantisme Pokemon Go: Ternak Rattata dan Pidgey


Zenfone Max, smartphone Android tahan lama untuk main Pokemon Go.

Saya dan istri sedang suka banget main Pokemon Go. Kami bermain menggunakan satu akun, yakni akun Google saya di Zenfone Max saya juga. Jadi, istri saya yang mengoperasikan gamenya (seperti: putar PokeStops, tangkap Pokemon) sedangkan saya yang nyupir kendaraan (motor/mobil).

Modal kami adalah Incense, item dalam game yang akan menyebarkan aroma di sekeliling trainer untuk menarik perhatian Pokemon. Tanpa item ini, akan sangat sulit untuk menemukan Pokemon dalam keadaan berkendara, mengingat ada batas kecepatan yang telah ditentukan oleh pihak pengembang untuk memungkinkan Pokemon muncul di hadapan trainer. Namun dengan Incense, Pokemon akan terus bermunculan meski saat berkendara di atas kecepatan yang direkomendasikan.

Pernah, dalam perjalanan dari Rempoa ke Sawangan dalam rangka nganter istri luluran, istri saya menggunakan Incense sebanyak dua buah untuk main Pokemon Go. Masa aktif efek Incense hanya 30 menit, sehingga dua buah itu cukuplah untuk main selama perjalanan yang membutuhkan waktu tempuh sejam.

Sepanjang perjalanan dari Rempoa ke Sawangan itu, 30 menit awal dari koneksi internet saya acakadut, jadi menggunakan Incense berasa sia-sia (cuma dapat sedikit Pokemon). Apalagi jumlah PokeStops-nya tidak terlalu banyak. Untunglah, pada 30 menit berikutnya koneksi internet kembali lancar sehingga kami bisa memancing lebih banyak Pokemon untuk datang, meski ada beberapa yang berhasil kabur juga.

Zenfone Max

Meski dapat banyak, sayangnya Pokemon yang didapatkan selama perjalanan itu didominasi oleh Rattata dan Pidgey. Dua Pokemon yang dipercaya sebagai yang paling banyak muncul di Pokemon Go. Mereka ada di segala tempat, bahkan sampai ke pelosok desa yang dalam peta game ini cuma terlihat hamparan rumput nan hijau.

Selain masiv dan berkesinambungan, Rattata dan Pidgey juga termasuk Pokemon yang susah untuk ditangkap. Beberapa kali mereka berhasil lolos dalam proses penangkapan, bisa dua kali keluar dari Poke Balls baru bisa ditangkap. Kalau apes, Rattata dan Pidgey pun kabur, yang pada akhirnya cuma buang-buang Poke Balls dan waktu kami saja.

Dalam perjalanan pulang setelah istri saya selesai luluran. Stok Incense kami ternyata habis. Akhirnya kami main normal. Ya ampun, susahnya dapat Pokemon. Dalam perjalanan ini hanya berjumpa kurang dari lima Pokemon, dan itupun hanya ketemu Rattata dan Pidgey lagi. Ada sih Pokemon lain, tapi hanya satu dua yang beda. Akhirnya, dalam perjalanan pulang ini kami hanya mengumpulkan item dari Poke Stops, yakni Poke Balls, Potion, Revive, dan Razz Berry.

Oh ya, dikarenakan istri baru tahu kegunaan Razz Berry adalah untuk mempermudah dalam menangkan Pokemon, ia sampai menggunakan item itu untuk menangkan Weddle CP kecil (yhaaa mubazir dah).

Perjalanan kami hari itupun berakhir. Sampai di rumah langsung istirahat sejenak kemudian baru ngecek hasil tangkapan dari Rempoa ke Sawangan dan arah sebaliknya. Ternyata oh ternyata, kami sudah jadi peternak Rattata dan Pidgey. Gila, dapetnya banyak banget. Masing-masing, yaitu 12 Rattata dan 12 Pidgey.

Ternak Pokemon

Dikarenakan jumlahnya sudah kebanyakan, kami putuskan untuk transfer keduanya ke Professor Willow untuk di-blender, eh, ditukar dengan Candy.

Bagi saya, Pokemon Go ini mampu menghadirkan suasana romantis juga. Apalagi mainnya di Zenfone Max, smartphone Android dari ASUS yang daya baterainya sebesar 5.000 mAh (dua kali lebih besar dari smartphone pada umumnya). Jadi main Pokemon Go seharian pun tidak perlu khawatir kehabisan daya baterai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com