Kamis, 15 September 2016

Samsung Galaxy Note 7 Beneran Nggak Boleh Diaktifkan di Pesawat


Dalam perjalanan saya ke Kuala Lumpur, Malaysia —untuk transit sebelum berangkat ke Jepang untuk liputan acara Tokyo Game Show (TGS) 2016— di pesawat, saya naik Air Asia, peringatan diberikan kepada penumpang yang membawa ponsel Samsung Galaxy Note 7, agar memberitahu barang bawaanya tersebut ke awak kabin.

Selama penerbangan, pemilik smartphone berbasis Android yang dilengkapi stylus (S Pen) itu tidak diperbolehkan untuk mengaktifkan atau mengisi ulang (charge) baterai di pesawat atas dasar demi keselamatan penerbangan.

Mungkin Anda juga sudah mengetahui isu tentang gadget Android terbaru dari Samsung ini yang terbakar pada saat pengisian baterai. Bahkan api yang muncul dari terbakarnya Note 7 sampai merambat dan menghanguskan barang-barang berharga kepunyaan sang pemilik, seperti rumah dan mobil.

Maskapai penerbangan Indonesia, antara lain Lion Group dan Garuda Indonesia, juga telah memberikan larangan bagi para penumpang agar tidak menggunakan Note 7 selama penerbangan berlangsung untuk keselamatan dan kenyamanan bersama.

Dikarenakan banyaknya masalah terkait baterai terbakar ini, Samsung dikabarkan melakukan penarikan produk tersebut dari pasaran yang membuat perusahaan asal Korea Selatan itu merugi sampai USD 5.000.000 atau lebih.

1 komentar:

  1. hmmm gitu aja rugi, padahal anggap aja kritik membangun agar kualitasnya lebih baik...ya gak

    BalasHapus

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com