Minggu, 30 Oktober 2016

Fajar Wibawa: Pemilik Tani Lele Madani, Ternak Lele Sangkuriang

Salah satu bisnis menggiurkan yang belakanhan ini banyak peminatnya ialah beternah ikan lele. Nah, pada artikel ini saya mewawancarai peternak lele Sangkuriang untuk mengupas peluang bisnis lele tersebut.

Peternak lele Sangkuriang yang Kru RRN wawancarai adalah Fajar Wibawa, pria kelahiran Tangerang, 8 Desember 1988 yang merupakan pemilik dari kolam lele bernama Tani Lele Madani yang berlokasi di Kp. Palokatan, Cibogo, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Banten.


Mantan jurnalis di industri game Indonesia ini memulai profesi sebagai peternak lele dengan belajar terlebih dahulu kepada Abah Nasrudin di Gadog, Bogor, dan di LNK Learning Center di Depok.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai bisnis lele Sangkuriang dari peternaknya secara langsung? Yuk mari, simak wawancara Kru RRN dengan Fajar berikut ini.

Sejak kapan mulai ternak lele, dan apa yang menyebabkan Anda memutuskan untuk menggeluti profesi sebagai peternak lele?

Kepikiran untuk usaha lele itu ketika saya dirawat di rumah sakit selama sebulan, tepatnya tahun 2011. Namun baru mulai mempelajari usaha lele pada akhir tahun 2014. Saat itu saya belajar di Depok untuk segmen pembesaran, dan pada Februari 2015 baru belajar untuk segment pembenihan bersama Sang Maestro Lele Sangkuriang, Abah Nasrudin.

Kenapa menggeluti usaha ternak lele?

Saya pikir lele adalah ikan murah dan cocok untuk kantong semua kalangan masyarakat di Indonesia, khususnya kelas menengah ke bawah. Selain enak dan gurih, harganya juga terjangkau. Ikan lele juga mengandung banyak gizi yang dibutuhkan tubuh seperti protein.

Tantangan apa yang biasa Anda hadapi dalam membesarkan lele?

Secara teknis, jika dijalankan dengan benar insyaallah tidak ada tantangan yang menyulitkan. Paling masalah hama dan cuaca, apalagi di Cisauk sini setiap harinya tidak jelas, siang panas banget, sore dan malam hujan. Hanya saja, apabila sudah tiba waktunya untuk sortir benih, mau tidak mau deh hujan-hujanan di malam hari.

Apa alasan Anda menggunakan kolam terpal sebagai media ternak lele? Apa keunggulan kolam terpal dibanding kolam biasa?

Keunggulan kolam terpal dengan kolam lain sih hampir sama saja. Namun biaya pembuatan kolam terpal lebih murah ketimbang kolam tembok yang membutuhkan biaya sampai jutaan Rupiah. Hanya Sementara untuk kolam tanah lebih rentan akan hama (ular, kodok, sero, dll) belum lagi kalau ternyata ada lubang kecil, bisa kabur benih lelenya. Jadi keunggulan kolam terpal dengan kolam lain itu selain murah biaya pembuatan, juga mudah dalam pengontrolan.

Kolam terpal

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membesarkan lele dari kecil sampai dapat dipanen?

Kalau dari benih ukuran 56, insya allah maksimal dua bulan bisa dipanen, dengan asumsi pakan full pelet.

Beri makan

Berapakah ukuran lele yang ideal untuk dipanen? Dan di mana biasanya Anda menjual hasil ternak?

Tergantung permintaan. Untuk segmen pembenihan, ukuran 45 juga sudah bisa dijual. Sementara untuk pembesaran, ukuran  7-10 ekor per kilo. Untuk masalah penjualan benih biasanya ke petani lele sekitaran Jabotabek dan pembesaran biasa lempar ke supplier (pengepul) lele yang sudah menjalin kerjasama.

Berapa luas kolam lele Anda, dan seberapa banyak lele yang biasa dipanen dari kolam Anda?

Saya menjalankan usaha ini di atas tanah seluas 1.170 m2. Untuk berapa banyak benih lele yang diternak sih baru bisa sekitaran 70.000-100.000 ekor (target 250.000 ekor) tiap siklus. Untuk pembesaran sekitar 6 kuintal per siklusnya. Saya lebih fokus ke benih dibandingkan pembesaran, karena pasokan benih masih dirasa kurang, khususnya petani lele di kawasan Banten yang masih mengharapkan pasokan dari Bogor.

Berapakah gambaran modal awal yang dibutuhkan untuk membuat kolam lele seperti Anda serta omzet bulanan/tahunannya?

Untuk kolam saja, modal pertama sekitar IDR 5.000.000-7.000.000, yaitu untuk pembuatan 10 kolam deder, satu kolam pijah, dan satu kolam induk  (perhitungan untuk satu siklus). Sementara omset atau pendapatan kotor saat ini, alhamdulilah sekitar IDR 10.000.000-15.000.000 per siklus.

***

Demikianlah wawancara eksklusif saya bersama Fajar Wibawa. Apabila Anda ingin membeli lele Sangkurian dalam partai besar atau mau membuat kolam lele terpal juga, jangan sungkan untuk menghubunginya di Tani Lele Madani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com