Minggu, 23 Oktober 2016

Kevin Wilyan: Wibu Kereta Api, The Next Menteri Perhubungan RI


Transportasi menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan kelancaran pembangunan suatu negara. Untuk mengangkut orang, bahan baku, material pembangunan dan lainnya dari desa ke kota, atau dari pedalaman ke kota.

Pada artikel ini saya mewawancarai Kevin Wilyan, pengamat transportasi Indonesia, khususnya kereta api. Kevin juga telah menyelesaikan pendidikan S1-nya di Sastra Jepang Universitas Indonesia.

Pengamatan Kevin tentang transportasi di Indonesia dituangkan dalam situs yang dikelolanya, KAORI Nusantara, yang dibesarkan seperti kedelai hitam. Di luar KAORI, pria kelahiran Depok, 28 September 1993 ini masuk dan aktif dalam pergerakan transportasi perkotaan, khususnya di Jabodetabek.

Pria yang mengidolakan kereta api Jepang, JR East seri E233-7000 (Saikyou Line), ini menilai stasiun yang paling keren di Indonesia saat ini adalah Stasiun Kebayoran Lama.

Lebih lanjut mengenai perkeretaapian Indonesia, simak wawancara saya bersama Kevin di bawah ini.

Sebagai pengamat perkeretaapian Indonesia, menurut Anda, sudah sejauh mana perkembangan perkretaapian di negara ini?

Walau sejarah kereta api di Indonesia dimulai sejak 1864, sebagian besar infrastruktur yang kita lihat hari ini merupakan warisan dari zaman Belanda. Selama 10 tahun terakhir kereta api Indonesia berubah begitu cepat, diiringi dengan pembangunan jalur baru (MRT Jakarta, KA Bandara Medan dan Jakarta, LRT Jakarta dan Palembang) jadi saat ini adalah masa-masa puncak dalam perkembangan kereta api Indonesia setelah kita merdeka. Tentunya masih akan terus berkembang karena di kota-kota lain (Makassar, Bandung, daerah Kalimantan) akan hadir pula kereta api.

Jika dibandingkan dengan Jepang, fasilitas, layanan dan integrasi moda transportasi (khususnya kereta) di Indonesia ini sudah sampai pada tahap apa? Dan apa yang harus dibenahi oleh pihak terkait agar layanan kereta di Indonesia bisa lebih maju dan nyaman?

Integrasi ada dua jenis: integrasi intramoda (dalam satu moda, seperti di dalam KRL maupun di dalam TJ) dan integrasi antarmoda (dari KRL ke TJ, dari KRL ke KA jarak jauh, dsb). Integrasi intramoda sudah sangat baik dengan sistem tiket yang modern, namun masih nol besar untuk integrasi antarmoda. Fasilitas pendukung (area pejalan kaki, halte, atau ketersediaan informasi) masih jauh dari ideal. Di Jepang (khususnya Tokyo dan Osaka) fasilitas sangat ramah koper dan ramah saudara kita penyandang disabilitas.

Bagaimana cara memotret kereta yang aman, sah, dan tidak diganggu oleh petugas stasiun?

Tidak jelas seperti apa regulasi yang benar mengenai ini, jadi tidak ada satu cara-cara tertentu yang aman dan nyaman bila hendak memotret di dalam stasiun. Lebih baik memotret di pinggir rel (di luar stasiun) dan pastikan jarak aman agar tidak celaka dan membahayakan diri sendiri atau orang lain.

Apa pendapat Anda setelah melihat konstruksi lorong dan jalur monorail di Jakarta secara langsung?

Mungkin maksudnya MRT (monorail belum dibangun). Banyak sekali teknologi-teknologi baru baik di bidang sipil (racikan beton yang kuat namun elastis mengantisipasi gempa), diproses pengerjaannya (menggunakan tunnel boring machine/TBM yang didatangkan langsung dari Jepang), maupun di fasilitas sarana dan prasarana yang nantinya akan dipakai. Bila berjalan dengan baik maka MRT Jakarta akan jadi kereta api tercanggih di Asia Tenggara mengalahkan SMRT-nya Singapura.

Kejadian menarik atau unik apa yang pernah Anda temukan ketika naik kereta?

Setiap hari selalu ada hal-hal yang unik se-boring apapun itu. Tidak semua orang bisa melihat kereta api dengan baik, di satu sisi ada pegawai kereta api yang bekerja karena memang tuntutannya untuk bekerja, di sisi berlawanan ada penggemar kereta api yang hanya mengamati kereta api secara langsung dan ujung-ujungnya menjadi chauvinist, anti-kritik dan terkesan membela operator.

Yang paling menarik baru-baru ini adalah penggantian kereta api ekonomi buatan tahun 2016. Digadang-gadang sebagai peningkatan pelayanan, namun justru berujung diprotes dan ditarik dari peredaran hanya dalam waktu dua minggu (dari 28 September sampai 14 Oktober).

Apa harapan Anda untuk kereta Indonesia yang lebih baik?

Semua harus melihat dunia luar. Banyak hal-hal baik dari sisi makro seperti peraturan perundangan, hubungan pemerintah, operator, dan penumpang, sampai ke sisi yang sangat mikro seperti bagaimana prosedur yang benar untuk membuka dan menutup pintu KRL (kereta listrik). Banyak orang yang sudah disekolahkan, lama mengamati luar negeri, namun ilmunya tak terpakai saat kembali ke Indonesia entah karena ilmu yang diserap tidak sesuai dengan karakteristik kereta api di Indonesia atau karena hanya melihat separuh-separuh, sehingga saat diterapkan, hasilnya gagal secara spektakuler.

Jika kereta diangkat jadi manga, game atau anime moe seperti KanColle atau manly layaknya Touken Ranbu, kereta apakah yang menurut Anda akan jadi primadona?

Sepertinya seri 205 karena jumlahnya yang sangat banyak dan masih akan terus bertambah sampai 5 tahun mendatang.

Kevin Wilyan

Demikian wawancara saya bersama Kevin Wilyan. Menurut saya, dengan pengetahuian mengenai transportasi yang didukung juga oleh networking yang dimiliki oleh Kevin saat ini, di masa depan mungkin ia sangat pas untuk menjadi Menteri Perhubungan Republik Indonesia (RI).

Apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang perkeretaapian di Indonesia, silakan kunjungi situs yang dikelola Kevin dan komunitasnya di www.kaorinusantara.or.id.

1 komentar:

  1. Sughoi tenan pak Kevin, ditunggu KRL/ bus TJ dengan livery/iklan animu atau komik lokal kayak Re;On, Kosmik, dsb.

    BalasHapus

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com