Minggu, 09 Oktober 2016

Review: ASUS Zenfone 3 Z017DB, Beneran untuk Pecinta Fotografi

ASUS Zenfone 3

Ini dia fakta kualitas foto dari kamera utama dan depan ASUS Zenfone 3.

Untuk membuat ulasan tentang ASUS Zenfone 3, saya menghabiskan waktu sekitar sebulan untuk memastikan ketangguhannya sehingga informasi yang saya berikan kepada Anda mengenai ponsel yang dilengkapi layar full-HD (1080×1920 piksel) IPS berukuran 5,2 inci ini bisa lebih akurat karena berdasarkan pengalaman saya sendiri selama menggunakannya.

Dikarenakan ponsel pintar berbasis sistem operasi Android 6.0 Marshmallow ini, berdasarkan slogan dari ASUS, adalah "Built for Photography", maka saya akan lebih banyak membahas tentang pengalaman saya dalam menggunakan ponsel dengan kamera utama 16 MP ini. Selain itu, saya juga bakal menyinggung tentang kemampuan multi-tasking serta stabitasnya dalam menjalankan game mobile.

Kebetulan seminggu setelah mendapatkan ponsel dengan kode Z017DB ini, saya berkesempatan untuk pergi ke Jepang untuk meliput event gaming bertajuk Tokyo Game Show (TGS) 2016. Di sanalah saya merasakan sendiri kehandalan dari ponsel yang beroperasi dengan prosesor 2.0 GHz octa-core Qualcomm Snapdragon 625 yang dipadu 3 GB RAM ini, karena mayoritas foto yang saya ambil di acara tersebut, ya menggunakan Zenfone 3, kemudian sebagian lagi menggunakan Zenfone Max dan sisanya dengan kamera DSLR.

Disclaimer:
Semua foto di artikel ini diambil oleh Zenfone 3, baik dengan kamera utama (KU) maupun kamera depan (KD).

KU: Booth SEGA di TGS 2016

Bisa dibilang, pencahayaan di venue TGS agak redup, meski ada beberapa booth yang terang. Namun mayoritas sih redup. Nah, di sanalah selogan Zenfone 3, "Built for Photography" diuji. Alasannya adalah karena kebanyakan kamera ponsel/digital, sebagus apapun kualitasnya, ketika mengambil gambar di dalam ruangan atau pencahayaan rendah, hasilnya akan jelek. Alias kualitas gambarnya akan turun drastis dibandingkan dengan gambar yang diambil di luar ruangan atau pencahayaan maksimal.

Kecacatan dari mayoritas kamera ponsel tersebut tidak terjadi saat saya mengambil gambar menggunakan Zenfone 3. Saya pun sempat memamerkan kualitas gambar yang berhasil diambil menggunakan Zenfone 3 dengan teman saya yang menggunakan DSLR yang mana teman saya cukup kagum dengan ketajaman gambarnya. Meski ada saat dimana gambar dari ponsel ini tetap kabur ketika tangan agak goyang atau cahaya benar-benar gelap atau backlight dari lampu-lampu tembak super terang di booth perusahaan game ternama.

KU: Valkyria: Azure Revolution

Fokus kamera juga cepat dan akurat. Jadi saya bisa mengambil gambar dengan fokus yang berubah-ubah dengan cepat. Zenfone 3 dilengkapi dengan fitur fokus laser Sony IMX298 jadi memungkinkan hal itu terjadi. Dual LED flash juga tersedia bagi Anda yang menginginkan cahaya tambahan dalam mengambil gambar pada situasi kekurangan pencahayaan.

KU: Chun-Li, Kotobukiya, Akibahara

Kekurangan kamera yang saya temukan di Zenfone 3, ketika cahaya redup atau berlatar belakang hitam, proses penyelesaian gambar berlangsung agak lama sehingga Anda perlu menunggu sejenak sampai gambar benar-benar rampung. Kalau terburu-buru mengubah fokus, hasil gambar jadi kurang tajam atau bahkan salah fokus. Itu saja sih, selebihnya saya menilai kualitas kamera Zenfone 3 sangat memuaskan.

Selain mengambil foto-foto acara, saya juga menyempatkan diri untuk live-streaming dengan Zenfone 3 melalui Favebook Live. Oh ya, ponsel ini sudah mendukung sambungan internet 4G LTE sehingga proses live-streaming pun lancar jaya. Saya online menggunakan Wifi portable (4G) yang disewa dari Bandara International Haneda, Jepang. Kualitas rekaman dari kameran depan berkekuatan 8 MP juga bagus. Saya sempat merekam video dengan kamera depan Zenfone 3 ketika traveling ke Akihabara, Jepang.

KD: Yodabashi Akiba

KU: Bangunan di Akihabara

Sampel video-nya di bawah ini.

KD: Keliling Akihabara

Video di atas saya resize menggunakan Movie Maker menjadi ukuran maksimal 480 piksel agar lebih cepat pada saat diunggah ke YouTube. Maklum, koneksi internet saya di rumah tergolong rendah sehingga kalau kualitas videonya terlalu tinggi, nunggunya lama.

Kamera di Zenfone 3 ini juga telah dilengkapi dengan banyak pilihan mode yang membuat hasil foto Anda jadi lebih maksimal. Saya paling suka dengan mode manual, karena memungkinkan saya untuk mengoperasikan Zenfone 3 layaknya DSLR. Lebih mudah untuk menciptakan efek bokeh, dan shutter speed-nya bisa diatur hingga 32 detik.

Manual mode

Mengenai body, sebenarnya enak sih nyaman digenggam. Layar ponsel berteknologi 2.5D Corning Gorilla Glass 3 juga halus dan licin, nyaman banget saat disentuh serta tidak mudah kotor atau meninggalkan sidik jari secara berlebihan. Namun bersamaan dengan itu, body berlapis kaca yang licin membuat saya was-was ketika menaruh ponsel ini di kantong celana karena rasanya ponsel ini selalu mau nyelip keluar. Jadi khawatir jatoh. Walhasil, saya perlu menambahkan cover plastik untuk mengurasi kelicinan dari body ponsel, sekaligus melindunginya dari benturan.

Saya pernah secara tidak sengaja menjatuhkan ponsel berkapasitas penyimpanan internal 32 GB (bisa diperbesar dengan micro-SD hingga 256 GB) ini dari meja kerja ke lantai, syukur alhamdulillah, layarnya tidak pecah ataupun terjadi cacat pada body ponsel yang terbuat dari logam.

Perangkat yang membedakan ponsel ini dengan ponsel Android pada umumnya ialah Zenfone 3 menggunaan socket USB 2.0 Type-C untuk charging (pengisian baterai) dan transfer data via kabel. Keunggulan USB tipe ini membuat pengguna bisa nyolokin USB ke ponsel dengan mudah tanpa harus mengetahui posisi atas atau bawah socket karena bentuknya yang simetris.

Menurut saya, ketahanan baterai lithium-polymer dari ponsel yang dibandrol IDR 4.099.000 per unit di Indonesia ini cukup lumayan. Berkapasitas 2.650 mAh dan tidak bisa dilepas, berbanding lurus dengan performa yang dihasilkan, Z017DB bisa bertahan selama lebih kurang 12 jam dengan penggunaan normal, antara lain tersambung ke jaringan Wifi dan 3G (saya belum beralih ke kartu-SIM 4G), ambil foto, browsing, live-streaming dan sesekali main game.

Zenfone 3 dilengkapi fitur dual-SIM yang unik, yaitu micro-SIM untuk slot 1 dan nano-SIM pada slot 2 (atau slot 2 digunakan sebagai ekstensi storage menggunakan micro-SD). Kalau ingin menggunakan ponsel ini secara lebih intens, saya sarankan Anda membawa power bank. Kalau Anda yang gemar dengan brand ASUS, gunakanlah ZenPower.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com