Jumat, 21 Juni 2019

Pergi ke Eropa Demi Selfie dengan ASUS Zenfone 6


Bulan Mei 2019, saya berkesempatan untuk pergi ke Valencia, Spanyol, untuk mengikuti acara peluncuran dari smartphone flagship ASUS, yaitu Zenfone 6. Ini adalah  pengalaman yang luar biasa, selain melihat langsung produk terbaru yang memiliki inovasi tidak biasa pada kameranya, kesempatan ini membuat saya dapat merasakan atmosfer Eropa yang tidak terbayangkan sebelumnya.


Terbang dari Indonesia dengan Qatar Airways, kemudian transit di Doha, Qatar, sebentar.


Kemudian lanjut terbang lagi ke Madrid. Di Madrid, saya beserta rombongan mampir sejenak di Stadion Santiago Bernabeu, markasnya tim sepak bola Real Madrid itu, lho.


Bisa berkunjung ke stadion ini merupakan suatu anugerah yang tidak pernah saya harap sebelumnya. Bagaimana kalau para pecinta bola, khususnya penggemar Real Madrid yang memiliki kesempatan ke sini, ya? Pasti mereka bakal senang banget!


Setelah puas keliling stadion, kemudian kami lanjut naik bus ke Valencia.


 

Dalam perjalanan ke Valencia ini, saya melihat pemandangan bagaikan wallpaper Microsoft Windows XP, yaitu bukit-bukit yang diselimuti padang rumput bagaikan karpet. Pemandangan makin indah ketika ada angin bertiup kencang menghempas rerumputan itu. Mungkin pemandangan indah seperti inilah yang menginspirasi Pak Ebiet G. Ade untuk dalam menciptakan kalimat  "coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang" dalam lagunya yang berjudul Berita Kepada Kawan.


Sampai di Valencia, kami menginap di Hotel Primus. Tentunya, hotel ini bukan milik seleb Indonesia yang dulu memerankan Panji Manusia Milenium, ya!


Well, masuk ke acara utama, yaitu peluncuran Zenfone 6. Acara yang bertema “Defy Ordinary” ini diadakan di salah satu bangunan yang sangat ikonis di Valencia, yaitu City of Arts and Sciences. Wah, udara di kota pelabuhan ini menurut saya sangat dingin, padahal dalam kondisi siang yang terik.

Acara dibuka oleh Chairman ASUS, Jonney Shih. Gayanya saat presentasi dan menjelaskan ide ASUS dalam menciptakan Zenfone 6 sangat khas.


ZenFone 6 hadir dengan keunikan pada kameranya yang bisa flip atau berbalik secara otomatis. Jadi, panel dua kamera belakang berkekuatan 48MP bersensor Sony IMX586 dan 13MP ultrawide beserta LED flash pada ZenFone 6 bisa berbalik menghadap ke depan untuk menjadi kamera selfie. Dengan fitur itu, maka smartphone yang dilengkapi port USB Type-C ini tidak perlu menghadirkan kamera depan atau selfie secara khusus dan tidak perlu juga menampilkan notch (poni).


Smartphone dengan layar berukuran 6,4 inci dengan resolusi FHD+ yang memiliki rasio 19,5:9 serta dilindungi Corning Gorilla Glass 6 ini tampil mulus tanpa adanya gangguan dari poni yang biasanya digunakan sebagai tempat meletakkan kamera depan dan phone speaker. Nah, phone speaker-nya sendiri nyelip di antara bezel tipis di bagian atas.


Sorotan pada ZenFone 6 ada pada prosesornya, Qualcomm Snapdragon 855. Prosesor yang dibuat dengan teknologi 7nm ini memiliki keunggulan, yaitu berkinerja tinggi serta hemat daya, chip pertama yang mendukung jaringan 5G, teknologi artificial intelligence atau AI untuk mengoptimalkan kinerja kamera, dan telah mendukung kualitas video 4K.


Bagian body belakang Zenfone 6 mengusung desain lengkung 3D dengan gradasi warna yang mewah. Fitur sensor sidik jari atau fingerprint beserta logo ASUS berada di bagian belakang. Audio combo jack 3,5mm masih ada di hape flagship ini. Tidak lupa, ada loudspeaker di sisi sebelah bawah.


Baterai Zenfone 6 berkapasitas 5000mAh. Pengisian daya baterai akan sangat cepat karena sudah dilengkapi dan fitur Quick Charge 4.0.


ZenFone 6 tampil dalam tiga varian yang ditentukan berdasarkan ukuran RAM dan kapasitas internal storage. Model pertama menggunakan RAM 6GB dan storage 64GB, model keduanya RAM 6GB dengan storage 128GB, dan model ketiga RAM 8GB dengan storage 256GB.


ZenFone 6 dilengkapi triple slot SIM tray yang salah satunya bisa dipasang micro-SD, dan 2 SIM card tipe nano.

Berikut hasil foto dan selfie dengan ZenFone 6.




Belum ada informasi mengenai ketersediaan Zenfone 6.

Setelah selesai urusan Zenfone 6 di Valencia, kemudian saya dan rombongan menuju ke Barcelona untuk penerbangan pulang. Nah, di sini sayangnya, saya tidak sempat banyak berwisata karena waktu yang cukup mepet.

Akhirnya, cuma sempat ke Sagrada Familia yang merupakan gereja katolik Roma yang belum selesai dibangun, dibuat oleh arsitek Spanyol, Antoni Gaudi (alm). Nampaknya gereja ini tidak akan pernah selesai dibangun, karena berdasarkan info yang  saya dapat, dari dulu gereja ini memang tidak selesai-selesai.


Beres di Sagrada, kami langsung ke bandara untuk kembali ke Indonesia. Masih naik Qatar Airways dan transit dulu di Doha.


Well, ini adalah perjalanan yang sangat berkesan yang pernah saya jalani. Wah, bisa menginjakkan kaki di Eropa benar-benar suatu pencapaian yang tak terduga, apalagi bagi orang rumahan seperti saya, haha.

Semoga bisa ke Eropa lagi, amin.

1 komentar:

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com