Sabtu, 13 Februari 2016

Selain Telkom, First Media juga Akan Terapkan Kebijakan FUP


Tempo hari Telkom cukup menggegerkan jagat internet dengan keputusannya untuk memberlakukan fair usage policy (FUP), peraturan pemakaian wajar yang ditujukan untuk melindungi pelanggan internet IndiHome dari penggunaan pelanggan lain yang tidak wajar. Penggunaan tidak wajar itu akan berakibat berkurangnya kualitas atau kecepatan internet pengguna.

Kali ini, beredar kabar bahwa penyedia layanan internet (ISP) lain seperti First Media juga akan memberlakukan hal serupa. Layanan internet dari PT Link Net ini juga akan memberlakukan FUP untuk melindungi penggunanya dari pemakaian internet tidak wajar dari pengguna lain. Hanya saja, menurut pihak First Media, hal tersebut baru sebatas sosialisasi dan sudah ditulis sejak bertahun-tahun lalu.

Sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa FUP akan memberlakukan kuota pada layanan internet tidak terbatas (unlimited). Mereka marah karena merasa ditipu. Namun, anggapan tersebut tidaklah benar karena sesungguhnya layanan unlimited akan tetap tidak terbatas, tetapi kecepatannya saja yang akan berkurang beberapa persen apabila digunakan melampaui kuota pemakaian wajarnya.

Baik IndiHome dan First Media, sejatinya merupakan layanan internet untuk pengguna rumahan, bukan untuk bisnis seperti warnet atau kantor. Sehingga pihak ISP menganggap FUP yang diberikan akan sangat cukup jika benar-benar digunakan sebagai mana mestinya.

Klik untuk memperbesar!

Heboh pemberitaan FUP ini pun hanya baru-baru ini saja terjadi, padahal sejak lama bahkan tahunan, peraturan seperti itu sudah diberlakukan. Bahkan menurut beberapa sumber, penyedia layanan internet di luar negeri pun telah lama memberlakukan hal ini. Dan batasan FUP di Indonesia termasuk cukup besar.

Terlepas dari FUP, Kru RRN ingatkan bahwa tahun lalu situs The Guardian mengabarkan bahwa Google telah menjalankan proyek balon udara yang diisi gas helium untuk memancarkan internet dengan sinyal Wifi untuk daerah tertinggal di Indonesia, yang mana proyek itu disetujui oleh co-founder Google, Sergey Brin.

Balon internet Google

Pengembangan dan testing balon internet Google ini direncanakan untuk memakan waktu sekitar setahun dan anggran sebesar USD 250.000.000 yang mana proyek ini pun melibatkan beberapa provider ternama Indonesia.

Netizen Indonesia berharap agar proyek ambisius dari Google itu dapat segera dirampungkan. Sehingga (gosipnya) masyarakat pada daerah yang dilewati oleh balon udara itu, atau yang terjangkau sinyal Wifi dari balon tersebut bisa menikmati layanan internet gratis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com