Minggu, 17 Juli 2016

Irfan Dhafirwan: Fotografer Cosplay Bintaro, Penggemar Anime Love Live! dan Karakter Honoka Kousaka

Irfan Dhafirwan

Fotografi merupakan kegiatan yang banyak digandrungi. Penggiatnya disebut fotografer, juru foto, atau orang awam menyebutnya tukang foto. Praktisi juru foto pun beragam, mulai dari yang remaja hingga dewasa, tingkatan amatir sebagai sekadar hobi atau iseng, dan profesional sebagai pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan.

Ada banyak spesialisasi fotografer berdasarkan minat, antara lain fotografer alam, perjalanan, bangunan, personal, ekspresi manusia, mainan, makanan, kereta api, pesawat, militer dan masih banyak lagi. Salah satu minat fotografer yang populer belakangan ini adalah fotografer cosplay (costum play) atau anak cosplay menyebutnya kameko. Salah satu kameko asal Bintaro, Jakarta Selatan, yang menurut saya terampil adalah Irfan Dhafirwan.

Siapa sih Irfan Dhafirwan?

Irfan

Pria kelahiran Jakarta, 24 November 1994 ini sangat menggemari anime berjudul Doraemon dan Love Live!. Saat ini, pria berkacamata ini masih duduk di bangku kuliah jurusan Visual Communication di Universitas Budi Luhur. Melalui hobinya sebagai fotografer, Irfan telah mendapatkan banyak kenalan dan berbagai prestasi.

Jika ingin melihat karya yang telah dihasilkan Ifran, Anda bisa melihatnya di Facebook, Instagram dan situs World Cosplay. Penggemar karakter Honoka Kousaka dari anime Love Live! ini biasa dikenal dengan identitasnya sebagai ID Photo Gallery.

Berikut beberapa foto karya Irfan.

CN: Jiru, Albedo - Overlord

CN: Shiru, Ako Tamaki - Netoge

CN: Piyo Chendra, Cinderella

kiri CN: Atikah, Fubuki
kanan CN: Kira Yara, Tatsumaki
One Punch Man

CN: Faisal Smith, Decim - Death Parade

Lebih lanjut mengenai juru foto asal intaro ini, saya telah melakukan wawancara dengan Ifran. Apakah yang menyebabkan dirinya terjun ke dunia fotografi, prestasi dan bagaimana teknik untuk mendekati model-model fotonya? Yuk simak wawancara eksklusif saya bersama Irfan berikut ini.

Ceritakan, apa asal muasalnya Anda terjun dalam dunia fotografi?

Awal mulanya, pada sekitar bulan Mei tahun 2012, diperkenalkan oleh teman yang punya kamera DSLR, dulu mereknya Canon EOS 450D. Pada saat itu, saya iseng mencoba-coba punya teman saya yang mempunyai kamera tersebut, mulai dari awalnya hanya dipakai untuk foto-foto iseng biasa saja saat event cosplay dengan auto mode sepanjang memotret. Pada bulan November tahun 2012, akhirnya saya mencoba otodidak memakai manual mode dan masih belajar-belajar sampai sekarang.

Pada bulan november 2012 itu juga adalah pertama kalinya saya melakukan photo session dengan cosplayer. Awalnya, niat saya hanya ingin mencoba kamera yang baru saya beli, entah mengapa tiba-tiba mendadak jadi seperti sebuah event. Photo session dilakukan pada Taman Menteng, Jakarta Pusat.

Photo session

Untuk foto-foto saya sendiri, dulunya hanya ditaruh di album Facebook pribadi. Dikarenakan saya berpikir kedepannya saya akan banyak memfoto dan takut album di Facebook pribadi saya makin banyak, maka saya buat Facebook fanpage berdasarkan rekomendasi dari teman. Akhirnya fanpage ID Photo Gallery pun dibuat pada Januari 2013.

Nama ID sendiri itu diambil dari inisial nama saya, yaitu Irfan Dhafirwan karena pada awalnya saya juga bingung mau menamakan fanpage saya apa, lalu saya putuskan memakai inisial nama saya saja biar lebih mudah diingat. Nama Photo Gallery dimaksudkan untuk memberitahukan bahwa itu adalah galeri foto yang diambil oleh saya, Irfan Dhafirwan.

Saya agak tabu kalau ada yang menyebut saya sebagai photographer, saya lebih suka disebut penyuka Jepang atau otaku atau wibu yang suka hobi motret-motret karena kalau disebut photographer kesannya seperti sudah profesional di bidangnya padahal saya belum menghasilkan apa-apa dari hobi ini.

Apakah Anda tergabung dalam komunitas fotografi? Ceritakan tentang komunitas tersebut?

Sebenarnya, saya bergerak secara individu tetapi untuk saat ini saya punya editor yang membantu. Saya tergabung dalam circle bernama SBLY Project. Circle ini sebenarnya terbentuk secara spontan. SBLY Project adalah kumpulan dari teman-teman photographer yang sehobi dan serumpun.

Ceritanya, pada event HelloFest 2014, saya ingin mencari photographer untuk membantu saya mendokumentasi sebuah gathering khusus yang saya buat di event itu. Saya membuat grup chat di Facebook agar komunikasinya bisa lebih mudah. Dikarenakan kami sering ngobrol dan chat di grup itu, lama kelamaan akhirnya terbentuklah sebuah circle.

Sebenarnya saya kurang yakin mengenai arti kata SBLY. Saya mengadopsi nama SBLY dari kata seblay yang diucapkan di salah satu video yang dibuat oleh youtuber Fluxcup di channel-nya. Saya sendiri kurang tahu arti dari kata seblay. Namun menurut Fluxcup, seblay memiliki arti "semangat sembari lunglay", seperti semboyan dan hal yang kami lakukan saat sesi foto, yaitu semangat membuat rencana berfoto dan konsep, sembari menunggu cosplayer siap, lama kelamaan menjadi lunglay dan mager karena anggota yang otaknya sedikit gesrek dan rada-rada lah pokoknya (jokes asides XD).

Saya melihat Anda lebih banyak memfoto cosplayer, khususnya cosplayer wanita. Apakah Anda memang mengkhususkan diri (spesialis) untuk itu? Selain cosplayer, objek apa saja yang biasa Anda foto?

Topik ini biasa ditanyakan ke saya ataupun mungkin ke banyak photographer lain. Dari pendapat pribadi saya, sebenarnya target photography saya mengacu kepada siapapun dan apapun yang akan saya foto. Ada alasan tersendiri mengapa di album foto-foto saya lebih banyak cosplayer wanita dibandingkan cosplayer laki-laki atau lainnya.

Pertama: Dari sekian persen, cosplayer wanita lebih banyak yang meminta untuk photo session dengan saya ketimbang cosplayer laki-laki dari  Facebook pribadi maupun dari fanpage saya. Di sini dimaksudkan bukan untuk menganggap saya seolah-olah sombong karena paling disukai, dicari atau tidak mau memfoto cosplayer laki-laki, tetapi penjelasan ini berdasarkan fakta dan pengalaman yang saya temui selama menjalani hobi fotografi, terutama pada hobi foto cosplay.

Kedua: Di sini ada yang namanya common sense. Secara logika, sebagai laki-laki pasti saya memilih cosplayer wanita yang menarik perhatian saya. Namun, bukan berarti cosplayer laki-laki tidak menarik. Cosplayer anime, cosplayer tokusatsu, cosplayer western, cosplayer original, siapapun atau apapun yang menarik perhatian, pasti saya akan bersedia memfotonya. Tidak ada indikasi paham rasis, SARA ataupun diskriminasi, misalnya hanya ingin foto yang cantik saja. Ada yang namanya selera yang mana selera orang-orang pasti berbeda-beda.

Ketiga: Saya juga melihat dari niat sang cosplayer itu sendiri, baik dari cosplayer laki-laki maupun wanita. Jika hanya bermodalkan cantik atau ganteng saja, tetapi misalnya dari faktor kostum kurang bagus dan kurang niat, lalu pembawaan karakternya saat difoto juga kurang atau jadi out of character, bagaimana saya mau niat memfotonya? Simple-nya seperti itu saja.

Intinya adalah jangan malu-malu apabila Anda ingin berfoto atau meminta sesi foto, silahkan menghubungi saya melalui social media. Saya bukan photographer eksklusif yang harus "ini itu", saya hanya penyuka Jepang, otaku atau wibu yang hobi motret-motret. Saya bersedia memfoto siapa saja, dengan catatan tidak ada history buruk antara saya dengan mereka, atau sebaliknya.

Bagaimana cara Anda mendapatkan model/cosplayer untuk melakukan sesi foto bersama Anda? Seberapa sering Anda melakukan sesi foto bersama para model?

Banyak yang langsung meminta ke saya untuk difoto. Namun misalkan ada cosplayer yang menarik perhatian saya seperti di Facebook, ataupun Instagram dll, saya yang inisiatif langsung mengajak cosplayer itu melalui Facebook chat atau jejaring sosial lainnya. Cosplayer di sini lebih banyak yang menggunakan Facebook dibandingkan jejaring sosial lain.

Seberapa sering saya melakukan sesi foto, itu tergantung dari cosplayer atau model yang bersangkutan. Tergantung kesepakatan hari, ketersediaan saya dan si cosplayer atau model. Biasanya, sebagian cosplayer atau model tidak bisa melakukan sesi foto pada hari kerja karena mereka sekolah, kuliah, kerja ataupun ada kegiatan lainnya. Jadi, saya biasanya lebih suka melakukan sesi foto pada akhir pekan.

Event paling ngetop apa yang pernah Anda kunjungi? Menurut Anda, event apa di Indonesia ini yang paling bagus dan ideal untuk dijadikan ajang foto cosplayer?

Bagi saya, mungkin event terbaik saat ini adalah Anime Festival Asia Indonesia (AFAID), Ennichisai dan Indonesia Comic Con. Terdapat banyak cosplayer yang bagus, kece dan mantap pada ketiga event tersebut. Kebanyakan dari mereka yang membuat project group cosplay, entah dari satu anime atau lainnya, hadir pada event tersebut. Terlebih lagi, cosplayer dari luar kota pun turut berdatangan ke event tersebut sehingga bisa jadi salah satu ajang silaturahmi karena bisa bertemu satu sama lain secara langsung, padahal awalnya hanya berjumpa lewat jejaring sosial.

Event apapun sebenarnya bisa jadi objek foto dan tempat foto yang bagus, tinggal dari kitanya sendiri, apakah bisa mengakali dan meng-improve fotonya agar terlihat bagus pada event tersebut pada saat diterbitkan.

Prestasi apa yang pernah Anda dapat dari dunia fotografi?

Bicara tentang prestasi, saya belum banyak memiliki prestasi dalam hobi yang saya jalani ini. Hanya saja, saya pernah mendapat penghargaan sebagai Best Photografer Fansign Competition KHCI, juara 5 Jactionfigure.com Photo Figure Competition Season 1 dan juara 3 Jactionfigure.com Photo Figure Competition Season 2, dan saya bangga bisa memenangkan lomba-lomba tersebut karena bisa dijadikan portofolio.

Apa sih harapan terbesar Anda di dunia fotografi yang sekarang belum tercapai?

Harap saya pada hobi yang digeluti ini, ingin nantinya bisa menghasilkan sesuatu, mungkin dari mengikuti lomba atau yang lainnya. Untuk berkarir nanti, saya berencana ingin bisa mendapat pekerjaan yang sejalan dan ada kaitannya dengan hobi saya.

Ada harapan khusus sih, yaitu bisa ngasah skill lebih dalam lagi,  ingin bisa memotret model-model terkenal ataupun cosplayer terkenal Indonesia dan manca negara, dan dapat terus memotret sampai akhirnya jenuh dan bosan.

***

Demikianlah awancara saya dengan kameko asal Bintaro, Irfan Dhafirwan. Bagaimana, ingin difoto langsung oleh Irfan? Langsung saja hubungi melalui jejaring sosialnya ya.

Please leave comments to share your thought!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com