Selasa, 17 Juli 2018

Potensi Game Esports dari Gamedev Indonesia

game esports
Game Esports

Dari sekian banyak kompetisi esports di Indonesia, belum ada satupun game buatan game developer (gamedev) Indonesia yang maju sebagai esports. Padahal, beberapa tahun belakangan semenjak hype-nya Dota 2 dan Mobile Legends di tanah air, pamor esports langsung naik secara drastis. Bahkan para pemilik modal dari luar industri pun dibuat "ngiler" dengan kemeriahan esports ini.

Kemudian saya berfikir, apakah gamedev Indonesia tidak ada yang bisa membuat game yang bisa dimajukan sebagai esports? Sebenarnya bukan bisa atau tidak, tetapi mau atau tidak untuk menjadikan gamenya sebagai game esports. Setidaknya, untuk jadi game esports, menurut pandangan saya, sebuah game hanya perlu mode multiplayer untuk mempertandingkan minimal 2 gamer. Faktanya, sebagian game buatan gamedev Indonesia sudah memiliki fitur tersebut.

Selanjutnya, hanya perlu membuatkan sebuah acara untuk menarik minat masyarakat, khususnya gamer, untuk berkompetisi dalam game tersebut dengan iming-iming hadiah. Tidak perlu langsung besar, cukup mulai dengan kompetisi kecil-kecilan di acara-acara game lokal.

Esports juga merupakan cara yang sangat bagus untuk sosialisasi dan promosi game, karena secara tidak langsung kompetisi akan membangun minat gamer untuk mendalami sistem permainannya, dan yang secara tidak langsung membangun kesetiaan komunitas terhadap sebuah game.

Dari hasil pengalamatan saya, ada beberapa game yang potensial untuk dijadikan game esports, yaitu Mini Racing Adventure (Android/iOS) dari Minimo dan Ultra Space Battle Brawl (Nintendo Switch) dari Toge Productions.

Alasan saya merekomendasikan game tersebut adalah karena keduanya memiliki mode multiplayer dengan atmosfer persaingan yang sangat kuat. Beri tahu saya kalau ada game lain buatan gamedev Indonesia yang potensial untuk dijadikan esports, ya!

Sekarang tinggal sang gamedev atau publisher-nya yang menjadi inisiator untuk meningkatkan kualitas game pegangannya ke level yang lebih tinggi melalui penyelenggaraan acara esports. Praktiknya memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin.

Seperti yang saya utarakan sebelumnya, dimulai dari acara kecil-kecilan terlebih dahulu atau numpang dalam pameran game seperti BEKRAF Game Prime sebagai percobaan dan mencari masalah yang mungkin muncul. Jika memiliki dana, rektrutlah event organizer lokal yang sudah terbiasa menyelenggarakan acara esports untuk hasil yang lebih maksimal.

Baiklah, lebih kurang itulah pandangan saya tentang potensi esports dari gamedev Indonesia. Dengan sumber daya yang ada di industri game Indonesia saat ini, saya percaya kalau munculnya hype game esports dari gamedev Indonesia bukanlah sesuatu yang mustahil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com