Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Manfaat dan Bahaya Natrium untuk Kesehatan

Garam Himalaya

Apa sih natrium?

Natrium (Na) atau bernama lain sodium merupakan unsur kimia yang ada dalam makanan dan minuman kita sehari-hari, khususnya makanan olahan dan kemasan. Kalau di tabel periodik, natrium ditandai dengan nomor atom 11. Natrium termasuk dalam logam lunak, berwarna putih keperakan, dan sangat reaktif.

Banyak orang yang menganggap bahwa natrium itu sama saja dengan garam dapur atau natrium klorida (NaCl). Namun, itu adalah anggapan yang tidak tepat. Garam dapur memang sumber natrium yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Tapi, natrium sendiri tidak sama dengan garam dapur.

Garam dapur sendiri adalah mineral yang dapat menghasilkan rasa asin. Biasanya, garam dapur yang tersedia secara umum merupakan natrium klorida yang berasal dari pengolahan air laut. Dalam bentuk alaminya, garam yang berbentuk kristal disebut sebagai batu garam atau halite.

Selain garam, sumber makanan lain yang mengandung banyak natrium, antara lain dagung sapi, buah bit, seledri, dan wortel. Jadi, jangan hanya mengandalkan garam sebagai sumber natrium. Kebanyakan mengonsumsi garam justru bakal berakibat darah tinggi.

Fungsi Natrium untuk Manusia


Sebenarnya, natrium adalah salah satu mineral yang dibutuhkan oleh manusia karena tubuh tidak bisa memroduksinya sendiri. Namun, kalau dosisnya terlalu banyak atau berlebih, maka akan berbahaya juga bagi kesehatan manusia. Seperti yang terdapat di garam dapur, kalau dikonsumsi terlalu banyak, maka itu yang menimbulkan penyakit.

Ketika larut dalam air, natrium akan berubah menjadi elektrolit, partikel yang bermuatan listrik yang berperan dalam proses metabolisme manusia, antara lain membantu fungsi otot dan saraf, menjaga keseimbangan cairan tubuh melalui proses yang disebut osmosis, dan menjaga porsi cairan pada darah.

Bahaya Natrium


Jika kadar natrium di tubuh kita tidak seimbang, maka akan terjadi resiko penyakit yang mengintai. Jika kadar natrium terlalu rendah bisa terjadi hiponatremia yang ditandai dengan gejala mual, muntah, sakit kepala, kebingungan, kehilangan energi, merasa mengantuk, kelelahan, gelisah, mudah tersinggung, lemah otot, kejang, kram hingga koma.

Sedangkan, apabila tingkat kandungan dalam tubuh terlalu tinggi dapat menjadi hipernatremia. Gejalanya seperti orang kekurangan cairan atau dehidrasi yang menyebabkan haus. Jika kasusnya parah, maka dapat menyebabkan disfungsi otak, kebingungan, otot berkedut, kejang sampai koma.

Kasus kadar natrium yang tinggi sering banget dikaitkan dengan tekanan darah tinggi. Masalah ini terjadi karena sifat dari natrium yang menahan air dalam darah dan menaikkan volumenya sehingga berujung pada tingginya tekanan darah yang bisa berpengaruh ke berbagai organ, khususnya jantung dan ginjal.

Solusi Konsumsi Natrium


Lalu, bagaimana agar konsumsi natrium tidak berlebihan?

Nah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar tidak mengonsumsi natrium lebih dari 2 gram setiap hari, sedangkan rekomendasi batas maksimal dari Organisasi Kesehatan Amerika hanya 1,5 gram per hari.

Kita bisa mengetahui kadar natrium dari makanan atau minuman kemasan dengan melihat tabel nutrisinya. Namun, sulit untuk mengetahui secara pasti mengenai jumlah konsumsi natrium yang sudah kita konsumsi dalam sehari.

Selain itu, tidak ada tabel nutrisinya pada makanan yang diracik sendiri, dibeli dari warteg atau restoran. Jadi, dikira-kira saja, hindari konsumsi garam secara berlebihan dan makanan seperti mi instan.

Saat ini, ada alternatif garam yang diklaim memiliki kadar natrium yang rendah sehingga lebih aman serta sehat untuk dikonsumsi, yaitu haram himalaya atau pink salt. Sayangnya, garam berwarna pink ini masih jarang dan harganya pun lebih mahal daripada garam dapur biasa.

***

Well, demikianlah pembahasan saya tentang natrium atau sodium. Apabila kamu punya pertanyaan, informasi yang lebih lengkap atau koreksi mengenai pembahasan ini, silakan tulis saja di kolom komentar, ya!

Posting Komentar untuk "Manfaat dan Bahaya Natrium untuk Kesehatan"

Berlangganan via Email