Jumat, 26 Februari 2016

Bukan Salah KPI, Inilah 5 Sensor Film Paling Heboh di TV Indonesia

Banten - Isu yang marak jadi perbincangan Netizen adalah mengenai stasiun TV Indonesia yang  melakukan sensor terhadap adegan yang dinilai tidak pantas. Namum kadang ada sensor yang dinilai berlebihan karena yang disensor adalah adegan yang dirasa biasa saja.

Menurut Kru RRN, adegan-adegan yang harus dan sangat wajar jika pada akhirnya disensor oleh pihak terkait antara lain rokok, aksi sadis, dasah, kata-kata kasar, berciuman, adegan sex dan hal-hal yang dapat mengajak pemirsa melakukan tindakan negatif dan tidak sesuai dengan budaya setempat.

Berdasarkan pengamatan di internet dan ejaring sosial, ada beberapa adegan yang membuat Netizen yang merupakan pemirsa TV Indonesia. Berikut adalah adegan-adegan yang seharusnya tidak perlu disensor tetapi disensor oleh pihak terkait, yaitu:

1. Shizuka Minamoto

Shizuka (kiri)

Adegan di film Doraemon yang kala itu menampilkan tokoh Shizuka mengenakan baju renang, bukan bikini, tetapi seperti daster panjang hingga ke paha. Sebelum maraknya sensor belakangan ini, pada tahun 90an, adegan Shizuka mandi bahkan tanpa busana pun tidak perah disensor.

2. Sandy Cheeks

Sandy Cheeks

Adegan dari film Spongebob SquarePants yang menampilkan tokoh Shandy Cheeks, tupai humanoid yang hidup di dalam air dengan mengenakan baju astronot mutakhir, mengekana bikini ketika bulu-bulunya rontok karena ulah temannya.

3. Mandikan Sapi

What?!

Sensor inilah yang sangat heboh di jejaring sosial Facebook dan Twitter yang mana adegan seorang anak yang sedang belajar memandikan sapi disensor juga oleh pihak stasiun TV. Kru RRN belum tahu, adegan ini dari acara apa, tetapi yang jelas, sapi telanjang tidak perlu disensor kan?

4. Puteri Indonesia 2016

Sensor belahan dada

Sensor yang menghebohkan selanjutnya terjadi pada siaran ulang dari ajang kecantikan, Putri Indonesia 2016. Kru RRN masih mencari kebenara tentang sensor ini, karena ragu mengenai kebenarannya. Masa sih disensor, memangnya mengenakan busana kebaya itu dianggap berlebihan?

5. Dragon Ball

Dragon Ball

Banyak adegan bertarung yang disensor oleh pihak terkat untuk kartun yang diadaptasi dari manga karya Akira Toriyama ini. Gosip beredar pun Dragon Ball dihentikan penayangannya di stasiun TV Indonesia karena terlalu banyak adegan kekerasan, padahal bukan itu alasannya.

Bukan Salah KPI

Terkait sensor tersebut, pihak KPI memberikan konfirmasi bahwa bukan mereka yang meminta stasiun TV untuk melakukan penyensoran  dengan cara blur ke animasi, kartun dan siaran ulang Putri Indonesia 2016.

Berikut kutipan dari situs kpi.go.id.

Jakarta - KPI Pusat menegaskan tidak mengeluarkan kebijakan ataupun permintaan kepada lembaga penyiaran (stasiun televisi) melakukan pengebluran terhadap program animasi, kartun dan siaran Putri Indonesia. KPI juga menyatakan lembaganya bukanlah lembaga sensor. Demikian disampaikan KPI menanggapi pernyataan netizen di media sosial yang banyak beredar belakangan ini yang menyatakan KPI melakukan hal itu.

KPI juga tidak pernah mengeluarkan kebijakan atau aturan diluar ketentuan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) KPI tahun 2012. Aturan yang terdapat di P3SPS KPI sudah sangat jelas menyatakan apa yang boleh dan tidak boleh ditayangkan lembaga penyiaran seperti larangan penayangan adegan kekerasan dan pornografi.

Tetapi, peraturan KPI tersebut tidak dimaksudkan untuk membatasi kreativitas insan penyiaran. Pihak lembaga penyiaran dipersilahkan memperhatikan setiap program acaranya dengan cara pandang atau estetika yang memang layak dan pantas ditayangkan untuk publik.

Dalam kesempatan ini, KPI mempersilahkan pihak media mengklarifikasi kepada stasiun televisi mengenai pengebluran pada beberapa program sehingga informasi yang disampaikan berimbang dan komprehensif.

***

Terlepas dari pro kontra sensor, baru-baru ini Komisi Penyiaran Indonesia telah mengeluarkan surat edaran kepada para Direktur Utama Lembaga Penyiaran untuk tidak menayangkan program acara yang menampilkan pria yang berprilaku seperti wanita.

Menurut Kru RRN, penyensoran memang diperlukan untuk memberikan tayangan yang aman kepada pemirsa televisi Indonesia. Hanya saja penyensoran itu juga harus kembali dan mengacu kepada rating-nya, yaitu semua umur (A/SU), bimbingan orang tua (BO/A), dan dewasa (D).

Netizen berpendapat bagi yang ingin menonton film tanpa sensor, sebaiknya membeli DVD atau BluRay-nya saja. Kutipan lucu dari Netizen menanggapi isu sensor ini "Generasi Indonesia saat ini gampang horny (terpacu hawa nafsunya), sehingga lembaga sensor harus bekerja lebih keras untuk melakukan sensor sana sini."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Siaran pers, kerja sama, pemasangan iklan dll, dikirim ke email: redaksi[at]radarempoa.com